SPIONNEWS, BUTON SELATAN, — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dari Fraksi Gerindra, Daerah Pemilihan IV (Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Buton, Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah, dan Kabupaten Wakatobi), La Ode Abdul Muzzafar, SH, melaksanakan kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 di Kelurahan Laompo, Kecamatan Batauga. Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan fungsi pengawasan sebagaimana diamanatkan UUD, sekaligus menjaring langsung aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di wilayah Buton Selatan.
Kegiatan reses ini berlangsung hangat di hadapan Lurah Laompo, Wa Amuma, S.Sos., serta para tokoh dan warga masyarakat. Lurah Wa Amuma menyampaikan bahwa mayoritas warga di wilayahnya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan, sehingga pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan kedua kelompok ini menjadi prioritas utama.

Salah satu warga, La Ode Rifai mewakili warga RT 01 Kelurahan Laompo, menyampaikan persoalan drainase yang mendesak: "Yang paling utama kami usulkan, agar drainase di beberapa titik segera ditangani dengan baik. Selama ini saluran belum berfungsi maksimal, sehingga setiap kali hujan turun, air menggenang dan banjir terjadi di pemukiman warga."ungkapnya. Selasa, 6/10/2026.
Warga lainnya, La Ode Mahiri, menegaskan bahwa persoalan drainase bukan sekadar belum terbangun, melainkan kualitas pembangunannya yang belum memadai. "Pembangunan drainase yang sudah ada pun kurang berkualitas, beberapa yang telah dibangun ternyata tidak tahan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Mudah-mudahan dengan adanya reses ini, Bapak Dewan dapat memperjuangkan apa yang kami sampaikan hari ini, agar menjadi harapan baru bagi kami ke depannya termasuk bagi para nelayan dan para petani. Semoga kehadiran ini tidak sekadar datang dan pergi, melainkan benar-benar membawa dampak nyata bagi kehidupan kami. Terima kasih, kita akan diskusikan kembali setelah ini," ujarnya dengan penuh harap.
Suara dari kalangan nelayan juga datang dari Ibu Wa Ode Hasyiti, yang menyampaikan harapan agar pemerintah turut membantu sarana penunjang mata pencaharian mereka. "Kami juga berharap dibantu oleh pemerintah, seperti pengadaan jaring atau alat tangkap lainnya, sehingga kami bisa bekerja seperti nelayan pada umumnya. Itu saja, terima kasih," ucapnya tulus.
Para nelayan secara keseluruhan juga memohon perhatian serius terhadap keselamatan bekerja, yakni pembangunan pemecah gelombang. Saat memasuki musim angin barat, gelombang di perairan menjadi sangat besar, sehingga perahu nelayan sering rusak dan terancam keselamatan. Selain itu, warga meminta pembangunan jalan usaha yang menghubungkan darat menuju tempat pendaratan perahu, guna mempermudah pengangkutan hasil tangkapan ke pasar maupun ke rumah warga.
Mendengar seluruh aspirasi tersebut, La Ode Abdul Muzzafar, SH menegaskan akan menjadikan semuanya sebagai pokok pikiran resmi yang diperjuangkan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. "Saya hadir ke sini bukan sekadar mendengar, melainkan menyerap dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan nyata warga kami — mulai dari drainase yang kokoh dan berkualitas, pemecah gelombang yang melindungi keselamatan nelayan, jalan usaha yang memudahkan distribusi hasil laut, hingga bantuan sarana penunjang pekerjaan nelayan. Semua ini adalah hak warga yang wajib diperjuangkan," tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi ini menambahkan, bahwa fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi melalui reses ini merupakan amanah konstitusional. Setiap usulan akan dicatat, dirumuskan, dan didorong agar masuk dalam prioritas program serta anggaran Pemerintah Provinsi. "Kehadiran saya di sini adalah bukti bahwa suara warga didengar dan diperjuangkan. Tidak akan ada suara yang terhenti, semuanya akan kami perjuangkan agar terealisasi secara nyata, terukur, dan membawa manfaat luas bagi seluruh masyarakat Laompo dan Buton Selatan," pungkasnya. (Ha)
Editor : Harry

