SPIONNEWS, BATAUGA — Dalam rangka memperingati HUT Kelurahan Lakambau yang ke-20 tahun, masyarakat Kelurahan Lakambau menggelar kegiatan istimewa bertajuk “Tapak Tilas La Maindo”, yang menjadi momen bersejarah sekaligus upaya pelestarian dan penggalian kembali budaya serta adat istiadat Lakina/Raja Batauga La Maindo.
Kegiatan ini diramaikan oleh puluhan warga Lakambau yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Dimulai dengan pembukaan di Haroa, Aula Kantor Kelurahan Lakambau, kemudian dilanjutkan dengan Karnaval Budaya yang berjalan khidmat dan penuh kekhidmatan. Dalam barisan karnaval tersebut, terlihat seorang gadis yang membawa Air Kabubusi, dikawal oleh para perangkat masjid, tokoh masyarakat, serta tokoh adat.
Momen yang sangat berkesan juga terlihat dari pembawaan dupa haroa yang dipikul oleh empat orang anak muda yang tampil gagah mengenakan Sarung Buton. Suasana semakin sakral saat dibacakan kisah tokoh legendaris Lakina/Raja Batauga La Maindo, yang diketahui merupakan garis keturunan langsung dari Raja Buton pertama, Wa Kaka.
Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Batauga, Perwakilan Batalyon Infanteri La Maindo/871, Tokoh Perempuan Buton Selatan Karlina Sukarman, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Buton Selatan. Kehadiran para tokoh ini dikawal oleh puluhan warga yang berjalan bersama dalam barisan karnaval budaya.
Lurah Lakambau, Lm. Ihsan, menyampaikan kebanggaannya terselenggaranya kegiatan ini.
“Tapak Tilas La Maindo bukan sekadar perjalanan mengenang masa lalu, melainkan upaya kita menanamkan kembali jati diri dan nilai luhur leluhur kepada generasi muda. Mengangkat kembali budaya Lakina/Raja Batauga La Maindo berarti kita sedang menjaga akar dan identitas kita sebagai masyarakat Lakambau. Semoga tradisi ini terus hidup dan diwariskan,” ujar Lurah Lm. Ihsan.24/10/2026.
Sementara itu, Perwakilan Batalyon Infanteri La Maindo/871 menyampaikan pesan khusus bagi generasi muda Buton Selatan.
“Kepada generasi muda Buton Selatan, jagalah terus warisan leluhur ini. Sejarah dan budaya Lakina/Raja Batauga La Maindo adalah identitas yang harus kalian banggakan. Tanpa melupakan asal-usul, mari terus berjuang dan berkarya untuk kemajuan daerah kita. Seperti para leluhur yang tangguh dan menjaga tanah ini, demikian pula kalian harus menjadi pelopor kemajuan sekaligus penjaga kedamaian dan persatuan di Buton Selatan,” pesannya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mempererat tali persaudaraan antarwarga, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Lakambau pada khususnya dan Kabupaten Buton Selatan pada umumnya. (Ha)
Editor : Harry

