Ritual Esu’ea Tuagana: Sebelum Menanam, Kita Memohon Restu Alam

SPIONNEWS, TUAGANA, — Masyarakat Adat Tuagana baru saja menyelesaikan pelaksanaan ritual Esu’ea, sebuah prosesi sakral yang dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bagian dari siklus pertanian leluhur.

Esu’ea dilaksanakan tepat setelah masa pembakaran lahan kebun selesai, dan dilakukan sebelum bibit ditanam ke dalam tanah. Tradisi ini menjadi jembatan antara manusia, alam, dan leluhur ungkapan syukur atas berakhirnya satu fase pengolahan lahan sekaligus permohonan perlindungan dan kesuburan untuk masa tanam yang akan datang.

Seorang tokoh adat Tuagana menyampaikan, “Esu’ea bukan sekadar upacara. Ini cara kita menyadari bahwa tanah bukan sekadar tempat kita menanam, melainkan induk yang memberi kehidupan. Setelah lahan dibersihkan, kita tidak boleh langsung menanam kita harus memohon izin, menyampaikan niat baik, dan berterima kasih kepada alam yang telah menerima abu pembakaran kita.” 1/11/2026.

“Para leluhur mengajarkan: saat api telah padam dan asap telah hilang, barulah hati kita tenang untuk memulai yang baru. Semoga benih yang kita tabur kelak tumbuh sehat, berbuah lebat, dan membawa berkah bagi seluruh keluarga di Tuagana,” tambahnya.

Bagi masyarakat Tuagana, Esu’ea adalah cerminan kearifan lokal bahwa alam harus diperlakukan dengan hormat. Sebelum menanam harapan, ada kewajiban untuk menyelaraskan diri dengan tanah yang akan memberi kehidupan. Semangat inilah yang terus dijaga agar warisan leluhur tetap hidup di tengah zaman yang terus berubah.

Semoga tanah Tuagana senantiasa subur, panen berlimpah, dan damai senantiasa menyertai masyarakatnya. (**)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *