Solusi PLTS Mini, Sekolah di Pulau Batu Atas Siap Gunakan Papan Tulis Digital Desember Ini

SPIONNEWS, BUTON SELATAN — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Dinas Pendidikan menemukan solusi agar sekolah-sekolah di wilayah kepulauan yang belum memiliki pasokan listrik memadai tetap dapat memanfaatkan papan tulis digital yang telah diterima. Solusinya: penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mini yang dapat dialokasikan pembiayaannya melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, La Bariu, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolah-sekolah di Pulau Batu Atas telah dipasangi PLTS mini sebagai pendukung penggunaan papan tulis digital.

“Alhamdulillah, Sekolah di Pulau Batu Atas sudah menggunakan PLTS mini agar bisa memanfaatkan papan tulis digital yang telah diterima. Insya Allah, pada bulan Desember tahun ini, sekolah di Pulau Batu Atas sudah dapat mulai menggunakan papan tulis digital tersebut dalam proses belajar mengajar,” ungkap La Bariu. 5/11/2026.

Selain itu, La Bariu juga membuka pintu lebar-lebar bagi sekolah di Pulau Siompu maupun Pulau Kadatua yang belum dapat menggunakan papan tulis digital karena terkendala pasokan listrik.

“Kami siap membantu sekolah-sekolah di Pulau Siompu dan Kadatua yang masih terkendala listrik. Disarankan untuk menggunakan PLTS mini. Dengan anggaran minimal sekitar 30 juta, kebutuhan ini dapat dialokasikan melalui Dana BOS,” jelasnya.

Langkah ini menjadi terobosan penting agar kemajuan teknologi pendidikan dapat dirasakan secara merata, tidak hanya di daerah yang teraliri listrik, tetapi juga di pulau-pulau terluar Kabupaten Buton Selatan. Tidak ada lagi alasan ketiadaan listrik menghambat kemajuan pendidikan anak-anak kita.

Kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan, La Bariu, S.Pd., tidak hanya memberikan solusi kebijakan bagi sekolah-sekolah yang terkendala pasokan listrik, tetapi juga menawarkan tenaga dan keahliannya secara langsung.

Selain menjelaskan alokasi anggaran Dana BOS untuk pembangunan PLTS mini, La Bariu menyampaikan kesiapannya untuk turun langsung membantu proses pemasangan.

“Saya juga siap sendiri menjadi teknisi pemasangan PLTS mini tersebut bila sekolah membutuhkan, karena saya bisa melakukannya. Dan insya Allah, saya lakukan itu tanpa dibayar sepeser pun,” ucapnya tulus.

Komitmen ini disambut baik dan menjadi semangat tersendiri bagi sekolah-sekolah di Pulau Siompu, Kadatua, maupun Pulau Batu Atas yang kini sedang bersiap memanfaatkan papan tulis digital mulai Desember nanti. Semangat pengabdian seperti inilah yang memastikan tidak ada anak di pulau terluar yang tertinggal dalam kemajuan pendidikan.

Kata Kadis, Bantuan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) adalah program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung digitalisasi pembelajaran dan ekosistem smart classroom di sekolah-sekolah Indonesia.

” Program Bantuan PID, Memeratakan akses pendidikan digital di wilayah perkotaan maupun daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Bantuan ini 100% gratis dan tidak dipungut biaya apa pun kepada pihak sekolah.

“Sekolah dapat mengecek daftar data penerima dan status penyaluran melalui laman resmi Dashboard Penerima PID atau memastikannya lewat data Dapodik” Imbuhnya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *