SPIONNEWS.ID, MALUKU – Listrik menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat hari ini, namun distribusi akan kebutuhan aliran listrik kepada masyarakat belum sepenuhya dapat dirasakan oleh masyarakat, terlebih bagi masyarakat Desa Pasahari Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Hal ini disampaikan oleh Ahmad Salatin, salah satu warga Desa Pasahari ketika dihubungi via Whatsapp, Minggu, (02/03/2025).
Ahmad Salatin menyampaikan, dari tahun 2024 sampai 2025 kebanyakan masyarakat Desa Pasahari lebih merasakan lampu padam dibanding lampu menyala. “Terlebih pada 1 bulan terakhir ini warga Pasahari harus menikmati lampu yang keseringan padam,” ungkapnya.
Baca Juga : Ketum Konsperam : Bupati Dan Wakil Bupati SBT Wajib Reformasi Birokrasinya
Menurutnya, wajar jika masyarakat Pasahari harus merasakan kegelapan akibat distribusi listrik tidak sampai ke desa pelosok karena Unit Perusahan Listrik Negara (PLN) terdekat yang ada di Kobisonta tidak berjalan dengan baik alias tidak becus dalam bekerja, “Parahnya hampir disetiap rumah warga harus mengganti balon lampu akibat sering lampu padam, belum lagi alat elektronik lainnya,” tuturnya,
Masih kata Salatin; “Warga Pasahari harus menelan Pil Pahit dari PLN karena di bulan Ramadhan ini hidup dalam kegelapan. Katong Sahur dan berbuka puasa tanpa penerang listrik dari PLN,” tuturnya.
Di tempat yang terpisah, Ketua Umum Konsororsium Pemuda Seram, Yasir Rumbouw, menyampaikan; “Seharusnya PLN memperhatikan distribusi listrik ke masyarakat karena itu sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat secara umum,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yasir meminta kepada pihak PLN untuk memperbaiki management distribusi aliran listrik agar masyarakat tidak hidup terus dalam kegelapan seperi warga Pasahari dan lainnya di Seram Utara.
Lebih jauh, Yasir menegaskan, jika kondisi yang berlarut sering terjadi pada warga Pasahari dan sekitarnya yang masih dalam kegelapan tanpa perhatian pihak PLN, padahal distribusi minyak untuk kebutuhan listrik masyarakat telah tersubsidi, bagaimana bisa masyarakat masih hidup tanpa listrik. “Kami mencurigai ada indikasi lain,” tegasnya.
Untuk itu, Konsperam menghimbau kepada Kepala Manager PLN Maluku dan Maluku Utara untuk mengevaluasi kinerja Kepala Unit PLN setempat karena dianggap lalai dalam tugasnya sebab telah merugikan hak masyarakat.(EB)
Editor : Erwin B & Sdr. RAL

