SPIONNEWS.ID, MALUKU – Proyek pembangunan rumah tua Upu Rumasoal kini mangkrak dan tak ada ujung penyelesaiannya, DPRD sebagai representasi rakyat diduga memainkan bisnis proyek tersebut, kini masyarakat meminta pertanggung jawaban atas tindak lanjut infrastruktur pembangunan
Tokoh masyarakat Alune Nuruwe Lumabotoi yang tergabung dalam beberapa negeri Alune meliputi Negeri-Neniari gunung Kecamatan Taniwel sebagai pusat negeri, negeri Wakolo, Patahawe, Neniari Piru, Nuruwe dan beberapa negeri Alune lainnya merasa kecewa terhadap anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian barat (SBB) dari Fraksi Demokrat yang diduga menahan anggaran pembangunan rumah Tua Upu Rumasoal Hena Nenali Nuruwe lumabotoi yang berpusat di Negeri Neniari gunung yang beberapa bulan lalu di tahun 2024 dilakukan peletakan Batu pertama oleh eks PJ Bupati SBB Dr Jais Ely bersama rombongan dan keterwakilan Raja – raja dari Negeri Alune – Wemale di atas negeri Kakehan pusat peradaban Nunusaku.
Tokoh muda dari Alune Wemale Jodis Rumasoal bersama dengan beberapa tokoh Alune yang tergabung dalam beberapa negeri mengaku kecewa dengan sikap dan perilaku anggota DPRD Kabupaten SBB dari Fraksi Demokrat yang masih memainkan bisnis proyek, “dimana posisinya sebagai pejabat publik di Kabupaten SBB sehingga anggaran yang sudah di prioritaskan namun anggaran sebagian masih di tahan dengan alasan pekerjaan harus selesai baru diberikan uang sisanya,” ucapnya.
Baca Juga : Surat Terbuka Pemuda Seram Jovandri Aditya Kalaimena
Menurut Jodis Rumasoal, Kami masyarakat yang tergabung dalam keluarga besar Nuruwe lumabotoi meminta Polres SBB periksa saudara Akbar dari fraksi demokrat diduga terlibat memainkan proyek dan pihak pimpinan partai politik demokrat DPD SBB, DPW provinsi Maluku dan DPP Demokrat pusat melakukan sangsi tegas dan PAW terhadap wakil rakyat yang tidak menghargai kebudayaan dan peradaban adat masyarakat Nusa Ina, Tegasnya.
Baca Juga : International Women’s Day 2025 : Gerakan Perempuan Lawan Sistem yang Memiskinkan Di Negeri Yang Bisu
Lebih jauh Jodis menegaskan, “Dalam waktu dekat kami akan mendatangi Polres SBB untuk melakukan laporan kepolisian dan laporan ke pihak inspektorat Kabupaten SBB, serta lembaga kehormatan DPRD SBB dan juga pimpinan partai politik.” Tutup (EB)
Liputan : Erwin

