Zulkifli Supu: Regulasi “Joget” di Baubau Perlu Dimaknai Sebagai Langkah Penataan Sosial, Bukan Penekanan

SPIONNEWS.ID, BAUBAU, Senin (14 /07/ 2025) – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Komunitas Sound System Kota Baubau hari ini di halaman Kantor Wali Kota Baubau menjadi sorotan publik. Aksi ini menyoroti Surat Edaran Wali Kota Baubau Nomor 23/SE/HK/2025 yang mengatur tentang Penertiban kegiatan “Joget” di wilayah Kota Baubau.

Dalam wawancara bersama Zulkifli, salah satu pemuda aktivis Kota Baubau yang dikenal sebagai mantan Ketua BEM FKM Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) dan mantan Wasekum DPD KNPI Kota Baubau, menyampaikan pandangan reflektif dan moderat terhadap fenomena ini.

“Saya memahami keresahan yang dirasakan oleh teman-teman pelaku jasa hiburan dan sound system. Tapi kita juga tidak boleh mengabaikan aspek ketertiban sosial yang menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan bahwa, Surat Edaran Wali Kota Baubau Nomor 23/SE/HK/2025 tidak keluar atau diterbitkan tanpa dasar. Menurutnya, kebijakan tersebut justru berakar pada sejumlah regulasi nasional dan daerah, antara lain:

Pertama; Perda Kota Baubau Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat; Kedua; Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perizinan dan Pengawasan Kegiatan Keramaian Umum, serta ketiga Petunjuk Pelaksanaan Kapolri tentang Perizinan dan Pemberitahuan Kegiatan Masyarakat.


“Kita harus mulai melihat regulasi bukan sebagai ancaman, tapi sebagai instrumen penataan. Jika kegiatan keramaian seperti joget diadakan secara legal, dengan pengawasan dan izin yang jelas, maka peluang ekonomi dan hiburan tetap terbuka, tapi dengan jaminan ketertiban bagi semua pihak,” tambahnya.

Lebih jauh, Kiflhy sapaan akrabnya, juga mengajak masyarakat dan komunitas sound system agar tidak berhenti pada perlawanan simbolik, tapi juga membuka ruang dialog dan kolaborasi konstruktif dengan pemerintah setempat.

“Kita seharusnya bergeser ke arah kolaborasi sektoral yang mendorong kemajuan pariwisata, kebudayaan, hingga olahraga. Jika sektor-sektor ini tumbuh secara sehat dan tertata, bukan tidak mungkin Kota Baubau bisa naik kelas ke panggung nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Zulkifli menekankan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa kebijakan publik bukanlah instrumen pemisah, tetapi jembatan menuju ketertiban dan kesejahteraan bersama.(***)

Editor: Harry & Sdr. RAL.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *