Mahasiswa Demo Inspektorat dan Kejaksaan Buton, Terkait Dana Desa

“Gelar Aksi, Cipayung Plus Pertanyakan Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Buton, Dugaan Korupsi Dana Desa Wagari”

SPIONNEWS, Buton, 16 /10/ 2025 — Aliansi Cipayung Plus Kota Baubau yang terdiri dari organisasi kemahasiswaan HMI, GMNI, IMM, PMII, dan LMND melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Inspektorat Kabupaten Buton dan Kejaksaan Negeri Buton 15/10/25.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut dan dukungan terhadap laporan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa Wagari, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, yang sebelumnya telah dilayangkan oleh masyarakat desa Wagari Ke Kejakasaan Negeri Buton.

Dalam orasinya, massa aksi mempertanyakan sejauh mana proses penanganan laporan tersebut, mengingat Kepala Desa Wagari sebelumnya telah memberikan pernyataan di beberapa media lokal, di antaranya UfukNews.com dan Panduan Rakyat.com, yang membantah adanya penyalahgunaan Dana Desa.

Kepala Desa Wagari dalam pemberitaan itu menyebut bahwa seluruh pengelolaan Dana Desa telah dilakukan sesuai mekanisme dan petunjuk regulasi yang berlaku.Namun, hasil audiensi yang dilakukan oleh Aliansi Cipayung Plus dengan Kepala Inspektorat Kabupaten Buton mengungkap fakta berbeda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan audit, terdapat dugaan temuan penyalahgunaan Dana Desa di Desa Wagari sebesar Rp75.166.000.

Rincian Temuan:1.Temuan sanggar belajar tahun 2023 sebesar Rp.30.135.000.002.Pembangunan talud tahun 2023 sebesar Rp.40.412.500.003.Pembangunan jalan wisata tahun 2023 sebesar Rp.40.017.500.00.

Hal ini juga diperkuat oleh pernyataan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Buton, Nobertus Dendy, yang membenarkan adanya temuan tersebut.Ia menjelaskan bahwa dana sebesar Rp.75.166.000 memang telah dikembalikan oleh Kepala Desa Wagari ke kas daerah melalui kas desa secara bertahap dalam empat kali proses transfer.

“Benar ada temuan penyalahgunaan dana desa di Desa Wagari sebesar Rp.75.166.000, dan pengembalian telah dilakukan. Dengan demikian, kasus tersebut dianggap telah selesai,” ujar Dendy.

Menanggapi hal itu, Sarman salah satu orator aksi dari GMNI menyampaikan keprihatinan mendalam atas sikap Kepala Desa Wagari yang dianggap melakukan kebohongan publik. Tegas Sarman.

“Ini sangat miris. Seorang kepala desa yang seharusnya menjadi panutan masyarakat justru memberikan pernyataan tidak benar di media. Fakta audit menunjukkan adanya dugaan penyalahgunaan dana desa, namun sebelumnya ia membantah seolah-olah tidak terjadi apa-apa,” Pungkas Ramadan.

Aliansi Cipayung Plus Kota Baubau menilai bahwa persoalan ini telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Desa Wagari.

Mereka menegaskan bahwa pengungkapan fakta ini bukan semata untuk menjatuhkan pihak tertentu, tetapi untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa.

“Aksi demonstrasi ini berjalan damai dan tertib. Massa menegaskan akan terus mengawal setiap proses hukum serta mendorong aparat penegak hukum agar lebih tegas dalam menindak setiap bentuk penyalahgunaan keuangan desa.”Tutup ijal.

Laporan : An

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *