“Demo Jilid II AMPH Sultra Memanas, Massa Desak Burhanuddin Segera Jadi Tersangka”
SPIONNEWS, Kendari — Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (AMPH Sultra) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid II di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Selasa (12/05/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada Kejati Sultra agar segera menetapkan Burhanuddin selaku Bupati Bombana sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II.
Ratusan massa aksi yang membawa spanduk, poster tuntutan, dan pengeras suara tampak memadati area depan Kantor Kejati Sultra sejak pagi hari. Dalam aksinya, mahasiswa menyerukan penegakan hukum yang dinilai harus berjalan secara objektif, transparan, dan tanpa tebang pilih.
Situasi demonstrasi sempat memanas ketika massa aksi mencoba mendekat ke area pintu masuk kantor untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. Ketegangan pun tidak terhindarkan hingga terjadi aksi dorong-mendorong antara massa dan aparat pengamanan.
Koordinator Lapangan aksi, Rafli, menegaskan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap proses penegakan hukum di Sulawesi Tenggara.“Kami datang untuk mengawal supremasi hukum. Jangan ada pihak yang kebal hukum dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Cirauci II,” tegas Rafli saat menyampaikan orasi.
Pada pernyataan sikapnya, AMPH Sultra menuntut Kejati Sultra segera menetapkan Burhanuddin sebagai tersangka berdasarkan fakta persidangan yang telah muncul dalam putusan perkara Nomor 15/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Kdi dan Nomor 16/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Kdi.Massa aksi juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut tanpa pandang jabatan maupun kedudukan.
Selain itu, AMPH Sultra meminta Kejati Sultra membuka secara transparan perkembangan proses hukum kepada publik serta menghentikan praktik impunitas terhadap pejabat daerah yang diduga terlibat tindak pidana korupsi.“Kami ingin penegakan hukum berjalan adil dan profesional. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” ujar salah seorang peserta aksi.
Meski sempat berlangsung tegang, demonstrasi akhirnya tetap berjalan hingga selesai di bawah pengawalan aparat keamanan. Massa aksi menutup kegiatan dengan seruan solidaritas mahasiswa dan komitmen mengawal pemberantasan korupsi di Sulawesi Tenggara.(**)
Editor : Harry
