SPIONNEWS.ID, Maluku — Aliansi Mahasiswa dan Koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Provinsi Maluku berencana menggelar aksi demonstrasi besar-besaran menyoroti dugaan penyimpangan proyek rehabilitasi dan renovasi MTs Muhammadiyah Iha Kulur di Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Proyek yang dikerjakan oleh CV. Basudara di bawah Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Maluku Kementerian PUPR itu disebut bermasalah karena menggunakan material tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan diduga tidak memenuhi standar teknis bangunan pendidikan.
Menurut laporan lapangan, sejumlah bagian bangunan didapati menggunakan kayu berkualitas rendah, bahkan sebagian lapuk dan dimakan rayap. Dugaan ketidakpatuhan terhadap spesifikasi kontrak ini menimbulkan keresahan warga dan pemerhati pendidikan, mengingat proyek tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan nilai mencapai Rp 11,5 miliar untuk paket pekerjaan di wilayah SBB dan Seram Bagian Timur.
Koordinator Lapangan I, Rudy Rumagia, menegaskan bahwa aksi ini merupakan tekanan moral agar pemerintah dan aparat hukum segera bertindak. “Kami tidak bisa diam melihat proyek pendidikan dijadikan ladang keuntungan pribadi. Kami menuntut audit teknis independen terhadap seluruh proses pekerjaan di MTs Muhammadiyah Iha Kulur,” tegasnya.
Sementara itu, M. Rumodar selaku Koordinator Lapangan II meminta transparansi dan keterbukaan dari pihak kontraktor serta pengawas proyek. “Publik berhak tahu seperti apa kualitas material yang digunakan dan bagaimana pengawasan dilakukan oleh Satker PUPR,” ujarnya.
Aksi damai ini akan dipimpin oleh Thorik Kapailu selaku Jenderal Lapangan dan melibatkan mahasiswa berbagai kampus serta elemen masyarakat sipil. Massa aksi akan mendatangi Kantor Satker PUPR Maluku, Kejati Maluku, dan Polda Maluku, membawa bukti dokumentasi serta pernyataan sikap resmi untuk mendesak pertanggungjawaban pihak terkait.
Aliansi menegaskan aksi ini murni demi kepentingan publik, bukan politik. “Kami akan terus bersuara sampai proyek-proyek pendidikan di Maluku benar-benar dikerjakan secara profesional. Maluku butuh pembangunan yang jujur, bukan proyek asal jadi,” tutup Thorik dengan nada tegas.
Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

