SPIONNEWS, Batauga – sebagai salah satu aspek literasi agama menciptakan lintas pendidikan tempat pengajian Alquran menjadi salah satu upaya yang akan didorong oleh ketua literasi Buton Selatan agar bisa menciptakan generasi emas di masa depan.
Ketua Bunda Literasi Buton Selatan Ny. Hj. Siti Norma Adios bersama dengan Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios dan seluruh staf ahli, dan beberapa Kepala OPD lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan, hadir dalam acara peletakan batu pertama TPQ Muhidin di Desa Lawela, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan.Ketika Dikonfirmasi, Ketua Bunda Literasi Buton Selatan, Ny. Hj. Siti Norma Adios mengatakan Hari ini saya bersama dengan Bupati Buton Selatan dan juga pengurus dari TPQ Muhiddin, di lahan yang kurang lebih 10 x 15, kami mendampingi Bupati Buton Selatan dalam melakukan peletakan batu pertama pembangunan TPQ" jelasnya, Jum'at, 24/10/2025, di Wilayah Desa Lawela.
Ia menambahkan, Tempat pendidikan Alquran menjadi salah satu pembangunan karakter latar generasi untuk bisa membaca Alquran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta membentuk akhlak yang lebih baik.
"TPQ Muhiddin ini, ada juga di Baubau dan didirikan oleh seorang mualaf yang memiliki pendidikan terakhir di Mesir" ujarnya.
Kata Norma Adios, karena literasi merupakan salah satu upaya untuk bisa membentuk generasi kita saat ini maka penting anak kita kita ajarkan untuk memperkenalkan Alquran sejak dini sehingga mereka bisa menjadi sosok yang saling mendukung dalam membangun daerah.
"Kami berharap dengan adanya TPQ ini bisa menghadirkan generasi yang cinta akan Alquran dan bisa membawa daerah kita menjadi daerah yang berakhlak" terangnya.
Menurut pendiri TPQ Al Mujahidin, Ustadzah Shandayani mengatakan " Saya berharap di sini ada tempat TPA, taman Pendidikan Alquran, sehingga saya sendiri secara pribadi, membeli tanah di sini sebesar 15 juta untuk, yang mana ukurannya 10 x 15, kepingin mencari yang lebih luas namun keadaan yang belum mendukung, tujuan saya membangun TPQ ini untuk pendidikan agama, baik yang Kiro ul Quran, belajar Alquran belajar hadis belajar fiqih, sejarah dan budaya Islam, belajar akhlak dan budaya Islam, belajar doa-doa sehari-hari, dan yang terakhir belajar Al barjanji.
"Agar putra-putri Bapak Ibu, di Buton Selatan ini, mendapatkan pendidikan agama secara benar, ilmu yang saya dapatkan di Mesir insya Allah akan saya amalkan di sini"
Memang untuk saat ini ustadzah tersebut tinggal dibawa dan sedang kontrak, dan saya juga membuka TPQ di bau-bau, tapi insya Allah jika Allah menghendaki dan memberi izin, saya diberi rezeki bisa membangun TPQ ini dengan sebaik-baiknya.
"Cuma harapan dan cita-cita saya karena saya bersama dengan saudara saya termasuk jamaah dan santri saya, mbak Nunung, dan juga bekerja sama agar bagaimana supaya TPQ ini bisa dibangun, sehingga masyarakat gebetan Selatan ini bisa menjadi masyarakat yang Qurani, terutama saat ini kita telah memiliki pemimpin bupati yang benar-benar amanah" tegasnya.
Katanya, kita harus benar-benar mendukung dan bersama-sama agar bagaimana Kabupaten Buton Selatan, menjadi masyarakat quraini, entah berterima kasih atas kehadiran Bapak Ibu terutama Bupati Buton Selatan dan ibu Bupati, dan kepala Desa Lawela, agar bagaimana TPQ ini bisa segera dibangun dan bisa terlaksana.
"Saya ingin melihat di busel benar-benar menjadikan masyarakat yang Qurani, yang mencintai Alquran, sehingga kita bisa selamat dunia akhirat" Tuturnya.
Kepala TPQ Muhiddin, mengungkapkan bahwa gelar LC bukanlah yang kita butuhkan tapi bagaimana diri kita bisa benar-benar bermanfaat untuk orang lain, dan insya Allah nantinya tidak ada namanya infaq dari para santri melainkan ini dibuka gratis tanpa dipungut biaya. (Ha)
Editor : Harry

