“Hadiri Milad Geppmacib Ke-2 Tahun, Ibu Bupati Pastikan Pemberdayaan Perempuan Binongko”

SPIONNEWS, Wakatobi-Ketua Mouse Gerakan Perubahan Pemuda Mahasiswa Cia-cia Binongko (Geppmacib) sekaligus Ketua Panitia Milad Ke-2 Tahun dan Dialog Keperempuanan, Nurbaya beraudiensi langsung dengan Ibu Bupati Wakatobi pada hari kamis, 15/1/ 2026 di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Wakatobi.
Audiensi tersebut dilakukan sebagai langkah konkret Geppmacib memastikan kesediaan Ibu Bupati Wakatobi sebagai Narasumber Kunci di agenda Dialog Keperempuanan yang akan diselenggarakan pada momentum Milad Geppmacib yang Ke-2 tahun mendatang.
Ia menjelaskan bahwa, agenda Dialog Keperempuanan tersebut dihadirkan sebagai jawaban dari kondisi perempuan-perempuan Wakatobi khususnya Binongko yang terkesan pasif dalam menegaskan positioningnya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
“Agenda ini (Dialog Keperempuanan) sesungguhnya diharapkan mampu memantik kesadaran perempuan-perempuan Wakatobi khususnya yang ada di pulau Binongko untuk berdaya dan berkontribusi secara aktif dalam ruang struktur pun kultural untuk membangun daerah Kabupaten Wakatobi,” kata Nurbaya.
Ia menuturkan, perempuan yang biasa disapa Baya itu menegaskan bahwa,
kehadiran Ibu Bupati Wakatobi selaku Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) adalah kunci dari terbentuknya pondasi pemahaman yang kuat akan peran-peran perempuan yang berdaya.
“Orientasi Dialog Keperempuanan ini berfokus pada penanaman kesadaran mendasar yang mesti dipahami oleh perempuan dalam konteks kesehatan, pendidikan, kedaulatan pangan dan tentu saja pada kondisi keterbukaan ruang bagi perempuan dalam politik utamanya pada perumusan serta pengambilan kebijakan publik. Sehingga perempuan bisa berdaya dan berdampak secara signifikan dalam mengaktualisasikan perannya di keluarga pun dimasyarakat secara umum,”ungkap , Nurbaya.
Selain itu, Agenda yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Januari ini, tidak hanya dihadiri oleh Ibu Bupati Wakatobi tapi juga di bersamai oleh dua Narasumber, yaitu Ibu Wakil Bupati Wakatobi sebagai simbol Perempuan Berdaya dalam kepemimpinan daerah dan Hardianti Harun selaku representatif dari keterwakilan perempuan Binongko di legislatif.
Disisi lain, La Ode Sapiansya, selaku Pembina Geppmacib memastikan bahwa agenda Dialog tersebut adalah murni ruang Gagasan yang konstruktif dimana mahasiswa sebagai simbol netralitas menjembatani pertemuan intelektual Pemangku kebijakan dengan masyarakat secara umum.
“Agenda Dialog Keperempuanan ini adalah pertama kalinya diadakan di pulau Binongko. Tentu saja agenda ini bukan bagian dari skema politik praktis karena menghadirkan tokoh-tokoh daerah yang berpengaruh, apalagi pesanan elektoral. Agenda ini pure gagasan mahasiswa yang menterjemahkan kondisi sosio-kultural masyarakat di pulau Binongko yang pada gilirannya dibaca dan diartikulasikan oleh Geppmacib itu sendiri,” tutur La Ode Sapiansya.
Ia juga menegaskan bahwa, kehadiran Ibu Bupati selaku ketua PKK Wakatobi, Ibu Wakil Bupati, dan Hardianti Harun sebagai anggota legislatif dapil Binongko tentu saja menjadi jawaban dari stigma negatif yang berkembang ditengah-tengah masyarakat Binongko menyoal tentang jarangnya kunjungan (kehadiran) pimpinan daerah di tengah-tengah masyarakat Binongko secara keseluruhan.
“Kehadiran tiga tokoh yang juga menjadi edukator pada dialog milad tersebut adalah representatif dari kehadiran Pemerintah daerah Untuk Binongko dan sekaligus menjadi harapan untuk peningkatan kualitas perempuan Wakatobi khususnya Binongko dalam konteks pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.(**)
Editor: Harry

