Pemkab Kepulauan Aru Percepat Infrastruktur, Jembatan Marbali Jadi Prioritas Tahun Pertama Kepemimpinan Kaidel–Djumpa

SPIONNEWS.ID, MALUKU - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Timotius Kaidel dan Wakil Bupati Mohamad Djumpa. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pembangunan Jembatan Penghubung Dusun Marbali yang dibiayai dari APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp400 juta.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, M. G. Rumra, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian integral dari pelaksanaan visi dan misi kepala daerah yang dirumuskan dalam konsep Aru Maju, Aru Mandiri, Aru Harmonis, dan Aru Mendunia.

Ia menjelaskan, sektor infrastruktur menjadi pilar utama dalam misi Aru Maju, yang berorientasi pada percepatan pembangunan fisik dan peningkatan kualitas akses publik, terutama di wilayah dengan aktivitas sosial dan ekonomi yang tinggi.
“Jembatan Marbali berada pada jalur vital, yakni ruas Jalan Tugu Cendrawasih Dobo menuju Dusun Marbali. Ini merupakan kawasan pemukiman padat sekaligus kawasan industri dengan tingkat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi,” ungkap Rumra, 22/01/2026

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat krusial dalam menunjang kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil industri, serta mobilitas harian warga. Oleh sebab itu, pembangunan Jembatan Marbali ditetapkan sebagai salah satu prioritas pada tahun pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati.

Dari aspek teknis, pembangunan jembatan menggunakan konstruksi box culvert yang dinilai adaptif terhadap kondisi lapangan. Metode ini dipilih karena memiliki keunggulan dari sisi efisiensi waktu pengerjaan, kualitas konstruksi yang terjamin, serta daya tahan yang relatif panjang.

"Metode box culvert sudah sering diterapkan pada sejumlah ruas jalan dan jembatan. Selain efektif dalam mengatur aliran air, struktur ini juga mampu menopang beban lalu lintas dengan baik,” jelasnya.

Rumra menambahkan, proses pengerjaan jembatan ditargetkan rampung dalam waktu dua hari guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat selama pembongkaran jembatan darurat. Sesuai target, pada Selasa hingga Rabu malam jembatan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, dan mulai Kamis berfungsi normal untuk kendaraan roda empat.
“Pembatasan waktu pengerjaan ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah agar aktivitas warga tetap berjalan tanpa hambatan berarti,” tegas Rumra.

Pembangunan Jembatan Penghubung Dusun Marbali ini menjadi representasi nyata upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang cepat, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sebagai bagian dari strategi besar menuju pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan yang berkelanjutan.(*)

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *