” ACARA PENUTUPAN RANGKAIAN EVENT WONDERFUL SIOMPU ISLAND (WSI) 2026″

SPIONNEWS, Siompu – Kabupaten Buton Selatan, Burung Tekukur terbang tinggi, Hinggap sebentar di pohon mangga. Selamat datang tamu berbudi, Di Pulau Siompu yang penuh cinta.Jalan-jalan ke tepi pantai, Melihat ombak memecah karang. WSI berakhir dengan senang hati, Kenangan indah takkan hilang.
Kegiatan wonderful pulau siompu yang ditutup oleh perwakilan Bupati Buton Selatan yang diwakilkan staf Ali bidang ekonomi keuangan Kabupaten Buton Selatan. Hadir juga anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan Dapil Siompu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, para Kepala OPD, Camat Siompu, Camat Siompu Barat, para Kepala Desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda.
Pemda apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana dari komunitas Siompu Ethnic Journey, Serta para pelaku UMKM, pedagang kuliner, pengrajin tenun, dan seluruh masyarakat Pulau Siompu yang saya cintai dan banggakan.
Dalam Sambutannya H. Muhammad Adios, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Bidang Ekonomi, Keuangan La Ode Firman Hamza, Menjelaskan, Acara Wonderful Siompu Island (WSI) 2026 ini dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Alhamdulillah, tidak terasa tiga hari penuh semangat telah kita lalui bersama.

“Dalam kreativitas, pelestarian budaya, dan perputaran ekonomi Pulau Siompu hari ini bersinar, Dari hari pertama yang memukau dengan kemegahan 1.000 Penari Linda, hari kedua yang menginspirasi lewat aksi bersih pantai dan fashion show kain tenun, hingga hari ketiga ini, WSI 2026 membuktikan satu hal penting bahwa dengan efisiensi dan kerja bersama, kita mampu menggerakkan ekonomi nyata masyarakat pesisir” Ujarnya.
Katanya, Tepuk tangan untuk semua pelaku dan peserta, (tepuk tangan) Saya berdiri di sini dengan rasa bangga dan haru. Untuk itu, saya sampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, komunitas Siompu Ethnic Journey, para pelatih tari, tim medis, serta semua sponsor dan mitra perbankan yang tiada lelah memberi dukungan baik tenaga, materi, maupun semangat.
“Mari kita berikan aplaus untuk mereka, Pertanyaannya adalah setelah panggung ini dibongkar, lalu apa, Setelah tenda-tenda ini turun, ke mana langkah kita selanjutnya, Apakah semangat ini akan padam, atau justru kita kobarkan lebih besar lagi, Saya menegaskan, WONDERFUL SIOMPU ISLAND bukan sekadar acara seremonial yang berakhir hari ini. Ini adalah titik awal gerakan berkelanjutan” Ungkapnya.
Menurut Staf Ahli Bupati, Pemerintah daerah tidak akan membiarkan inovasi ini mandek. Oleh karena itu, saya instruksikan langkah strategis berikut, Aktivasi Kalender Acara Berkesinambungan. Dinas Pariwisata dan Ekraf bersama kecamatan dan komunitas diminta untuk memecah event besar ini menjadi rangkaian kegiatan rutin bulanan, seperti pasar budaya akhir pekan, pagelaran tari berkala di pelabuhan, dan agenda kreatif lainnya agar kunjungan wisatawan tetap terjaga."Keberlanjutan Ekosistem Digital UMKM. Kampanye penggunaan QRIS dan digitalisasi pemasaran harus terus berjalan. Mitra perbankan dan Diskominfo diminta membuat video kompilasi kegiatan WSI sebagai bahan promosi berkelanjutan di media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas" Imbuhnya.
Dengan Penguatan Kelembagaan Desa Wisata. Integrasikan potensi agrowisata Jeruk Siompu dan wisata bahari ke dalam tata kelola BUMDes dan Pokdarwis. Pastikan aset pariwisata kita dikelola secara profesional, transparan, bersih, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga lokal.
Kita tunjukkan bahwa kemandirian pariwisata berbasis komunitas di Pulau Siompu adalah gerakan jangka panjang bukan sekadar riak musiman.
MASYARAKAT PULAU SIOMPU YANG SAYA CINTAI WSI 2026 mungkin berakhir sore ini, tetapi semangat inovasi, kebersihan pesisir, dan gotong-royong harus terus menyala. Saya mengajak semua pihak: mari kita lanjutkan kerja nyata, pelihara apa yang telah kita bangun, dan majukan Pulau Siompu sebagai destinasi yang ramah, bersih, dan sejahtera. (**)
Editor : Harry

