SPIONNEWS.ID,MALUKU – PDAM Guar Guamar Dobo sedang tidak baik-baik saja. Perusahaan daerah yang menjadi salah satu tumpuan pelayanan air bersih masyarakat Kepulauan Aru itu kini menghadapi sejumlah pekerjaan rumah sekaligus.
Mulai dari pipa tua yang bocor, meteran pelanggan rusak, debit air baku yang menurun hingga biaya operasional yang lebih besar daripada pendapatan.
Dewan Pengawas PDAM Guar Guamar, Stan Soar Lembit, menyebut tingkat kehilangan air saat ini sudah berada di kisaran 50 persen.
Penyebabnya sederhana tetapi dampaknya besar: jaringan perpipaan sudah tua dan banyak mengalami kebocoran.
Belum lagi sekitar 1.000 meteran pelanggan yang dilaporkan rusak. Kondisi ini membuat pemakaian air sulit dicatat secara akurat.
Kemudian muncul persoalan air baku.
Sejumlah sumur produksi mengalami penurunan debit. Agar pasokan tetap aman, PDAM membutuhkan sekitar dua sumur baru.
Masalahnya, membangun sumur dan memperbaiki jaringan tentu membutuhkan biaya. Sementara kondisi keuangan perusahaan sendiri sedang terbebani.Stan mengatakan tarif air yang berlaku saat ini masih berada di bawah biaya produksi.
Biaya listrik dan gaji karyawan tetap harus dibayar, sedangkan pendapatan dari penjualan air belum mampu menutup seluruh kebutuhan operasional.
“Pendapatan penjualan tidak mampu menutup biaya operasional yang tinggi seperti listrik dan gaji karyawan,” ujarnya.
Persoalan lain adalah cara kerja yang masih banyak dilakukan secara manual. Tenaga teknis di lapangan juga membutuhkan peningkatan kapasitas dan pelatihan.
Karena itu, PDAM berharap Pemkab dan DPRD Kepulauan Aru ikut membantu mencari jalan keluar.Bentuknya bisa berupa hibah maupun penyertaan modal daerah.
Menurut Stan, suntikan dukungan tersebut penting agar PDAM bisa melakukan pembenahan secara bertahap, mulai dari jaringan, meter pelanggan, sumber air baku hingga peningkatan kemampuan pegawai.
Ia menegaskan, PDAM Guar Guamar tidak tinggal diam. Manajemen tetap bekerja dan melakukan pembenahan di lapangan.Tetapi untuk membenahi perusahaan dengan kondisi seperti sekarang, tenaga saja tidak cukup. Dibutuhkan dukungan kebijakan dan anggaran.
Sebab pada akhirnya, yang ingin diselamatkan bukan hanya PDAM sebagai perusahaan daerah, tetapi juga keberlangsungan pelayanan air bersih untuk masyarakat Dobo dan sekitarnya.
Editor : EB

