La Ode Safi’i, Harga Cabai Rawit Melonjak di Pasar Rakyat Bandar Batauga

“PASAR RAKYAT BANDAR BATAUGA: 205 PEDAGANG DIAJAK TERTIB, HARGA CABAI RAWIT MELONJAK Rp100.000/KG, CABAI BESAR TURUN MENJADI Rp50.000/KG”

SPIONNEWS, BATAUGA — Pasar Rakyat Bandar Batauga kini dihuni oleh sebanyak 205 pedagang yang melayani kebutuhan warga se-Kecamatan Batauga dan sekitarnya. Meningkatnya jumlah pelaku usaha ini disambut sekaligus diimbau oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buton Selatan agar seluruh pedagang menempati tempat yang telah disediakan dan tidak berjualan di area halaman parkir demi ketertiban dan kenyamanan bersama.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Kabupaten Buton Selatan, La Ode Safi’i, menyampaikan imbauan tersebut:

“Kita mencatat saat ini ada 205 pedagang yang beraktivitas di Pasar Rakyat Bandar Batauga. Kami mengimbau seluruh rekan-rekan pedagang untuk tetap berjualan di tempat yang telah ditentukan. Mohon tidak menempati halaman parkir, agar akses kendaraan tetap lancar, keamanan barang dan warga lebih terjamin, serta suasana pasar menjadi lebih rapi dan nyaman dikunjungi,” ujar La Ode Safi’i.

Selain pengaturan ketertiban pasar, pihaknya juga memantau secara berkala pergerakan harga kebutuhan pangan pokok setiap minggunya. Hasil pemantauan terbaru menunjukkan fluktuasi yang cukup tajam pada komoditas cabai dengan pergerakan berlawanan arah antara jenis rawit dan cabai besar.

Cabai rawit yang sempat turun pada minggu lalu, kini justru melonjak naik tinggi hingga menyentuh Rp 100.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian serius Dinas Perindag guna memastikan pasokan tetap lancar dan harga dapat segera kembali terkendali.

Sementara itu, kondisi sebaliknya terjadi pada cabai besar. Komoditas ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, turun dari Rp 70.000 per kilogram menjadi Rp 50.000 per kilogram. Penurunan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat dan diharapkan dapat meringankan beban belanja kebutuhan dapur rumah tangga.

La Ode Safi’i menegaskan bahwa pemantauan harga pangan ini dilakukan secara rutin setiap minggu guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di daerah. “Kami terus memantau perkembangan harga setiap minggunya. Terkait cabai rawit yang naik cukup tinggi, kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari jalan keluar, termasuk memastikan kelancaran pasokan dari daerah penghasil. Sementara cabai besar yang harganya turun menjadi Rp 50.000 per kilogram, menjadi kabar baik bagi warga dan diharapkan dapat membantu menekan beban belanja rumah tangga,” jelasnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian juga mengajak seluruh pihak pedagang, pembeli, maupun pengelola pasar untuk bekerja sama menjaga ketertiban, kebersihan, serta keterbukaan informasi harga di Pasar Rakyat Bandar Batauga. Dengan pasar yang tertib dan harga yang terpantau, diharapkan kesejahteraan pedagang dan daya beli masyarakat dapat terjaga secara berimbang. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *