Tugas di Polda Sultra, AKP Kaharudin Kaendo Sosok Humanis dan Penuh Tanggung Jawab

Penulis : Rasmin Jaya (Eks Ketua DPC GMNI Kendari 2023-2025)

Selamat ulang tahun yang ke 51 Tahun bang. Semoga senantiasa di berikan kesehatan, kesuksesan, keberkahan, di lancarkan setiap aktivitas dan langkahnya dalam pengabdian tanpa batas dan kalah penting semoga kariernya semakin mentereng sebagai abdi negara di Polda Sulawesi Tenggara.

Jarum jam sejarah seolah berputar kembali. Lintasan memori dan pikiran seakan mengingat apa yang telah usia namun tak betul-betul selesai yang menghiasi masa-masa proses pergolakan mahasiswa.

Suatu ketika pada saat fajar menyising di ufuk timur, beberapa tahun silam babak baru di mulai, lembaran kertas putih di tulis.

Perjumpaan dengan bang Kahar sebagai panggilan akrabnya di beberapa tahun silam yang saat itu menjalankan amanah organisasi dan ideologi dan di saat yang sama ia juga menjalankan tanggung jawab negara sebagai abdi negara yang selalu memberikan pengayoman, sosok yang humanis, penuh dedikasi dan tak kenal lelah yang kerap kali turun di lapangan tanpa kenal ruang dan waktu dengan harapan semua bisa berjalan maksimal.

Siapapun yang mengenal beliau yang begitu ramah dan santun kepada semua kalangan. Ia merupakan sosok ayah di hadapan anak-anak meskipun tidak sedarah, juga menjadi seorang kakak, abang di hadapan adaik-adiknya yang selalu ada dengan terus memberikan semangat, dorongan, motivasi, tentang hidup, kehiduoan dan perjuangan bagi mahasiswa yang sedang merantau menuntut ilmu dan pendidikan.

Bagiku semua orang ia adalah pribadi yang utuh, apa adanya dan selalu menjadi sosok pemberi solusi yang memfasilitasi segala keadaan dan aspirasi.

Bagiku setiap hari yang kita lalui dengannya selalu meninggalkan cerita, memori, kenangan yang selalu menjadi pengingat, dia adalah juru kunci dan mempunyai posisi strategis dalam kondisi Kota Kendari saat itu yang bahkan sampai hari ini, tentu ia tak sendiri.

Setiap temu kita selalu di hampiri senyum khasnya hingga siapa saja bertemu dengannya merasa akrab yang akan dipenuhi tawa, canda hingga menjadi sosok orang tua, kakak, abang yang selalu memberikan dorongan dan motivasi tentang kebaikan di hari esok, namun ada pula yang diwarnai berbagai pergolakan dengan penuh keseriusan.

Di tengah siang yang terik ada kalanya hati yang ingin menepi bukan karena ingin meninggalkan perjalanan, melainkan karena ia terlalu lama berjalan membawa sesuatu yang tak sempat di letakan.

Ada lelah yang tak terlihat, ada sunyi yang tidak terdengar, dan ada rasa yang bisa di pahami ketika diri sendiri memilih diam.

Maka hanya jedah yang bisa memahami, langkah sedikit berhenti tanpa perlu merasa bersalah. Tidak semua hal harus selesai hari ini. Tidak semua beban harus terus di genggam, kadang meletakannya sebentar dalam hening adalah cara paling lembut untuk menjaga hati agar tetap utuh.

Biarkan siang berlalu perlahan, teriknya akan mereda, bayang-bayang akan memanjang dan hari akan menemukan teduhnya.

Begitulah kira-kita saya menggambarkan dari kacamata benggala yang lihat. Sedikit puitis namun biarkanlah ia mengalir seperti air, memberikan keteduhan dan segala solusi atas masalah akut mahasiswa setiap semesternya.

“Tiada satu pun kesuksesan yang di raih secara instan, perlu perjuangan dan pengorbanan untuk menuju di sana. Jalani dan nikmati setiap proses yang kita lalui, syukuri apapun yang telah kita peroleh, karena proses tersebut kelak akan menjadi kenangan dan cerita, yang indah ketika kita berhasil mencapai nya. Tidak ada yang mustahil jika kita mau berusaha dengan sungguh,”Katanya.

Dan pada suatu titik, hati menyadari bahwa bertahan tidak selalu berarti harus terus berjalan ada kalanya langkah perlu berhenti sejenak, bukan untuk menyerah, melainkan mendengarkan kembali suara hati yang paling jujur, sehingga perlahan memahami bahwa ada rasa yang tidak perlu dipungkiri, hanya perlu diterima agar hati memiliki ruang untuk kembali bernapas.

Berdamai dengan diri adalah perjalanan pulang yang paling sunyi. Bukan tentang menghapus masa lalu, melainkan tentang menerima bahwa semua yang pernah terjadi telah menjadi bagian dari perjalanan. Ada hal-hal yang tidak bisa diulang, ada kenyataan yang tidak bisa diubah, dan ada rasa yang hanya bisa perlahan diterima seiring berjalannya waktu.

Selayang pandang bang Kahar Kaendo adalah sosok yang humanis, dan komunikatif yang bisa diterima di semua kalangan tanpa memandang golongan dan status sosial.

Dengan jabatan yang ia emban, tak membuatnya membatasi ruang kepada semua pihak, sebab baginya jabatan dan karier adalah panggilan nurani dan jalan pengabdian untuk lebih bermanfaat. Semangatnya tak surut. Ia tetap teguh pada prinsip dan pendiriannya, sebab segala apa pun yang terjadi pasti mempunyai hikmah dan pasti mendapatkan balasan yang setimpal di kemudian hari.

Dari kesaksian salah satu alumni mahasiswa ia adalah sosok yang terbuka kepada semua kalangan tanpa pandang bulu. Keterbukaan itulah yang menjadi salah satu kunci dan alasan di terima di banyak kalangan. Kesuksesan beliau tidak lepas dari prinsip-prinsip yang selalu ia pegang teguh, yakni kerja keras, kejujuran, komitmen, serta konsistensi untuk selalu berbuat yang terbaik.

Rendah Hati dan Merangkul

Tak akan berlebihan jika mengganggap sosok beliau sebagai seseorang yang rendah hati, merangkul, tenang dan bisa meredam situasi yang bersitegang serta mampu memetakan persoalan di lapangan, bagi intelejen ilmu seperti itu memang sangat penting. Analisis keadaan dengan pendekatan humanis dan persuasif.

Selain menjalankan tanggung jawab sebagai abdi negara di Polda Sulawesi Tenggara yang mampu menjadi teladan, disiplin, dan berintegritas, serta menghindari penyalahgunaan wewenang dan tindakan arogan yang dapat merusak kepercayaan publik.

Baginya masalah kasus kriminal dan kejahatan di Kota Kendari tidak bisa diatasi oleh Polri sendiri. Sinergi semua elemen seperti pemerintah daerah, TNI, lembaga penegak hukum, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder sangat diperlukan.

Dengan kebesaran hati, ia selalu terbuka bahkan kepada adik-adik mahasiswa yang memerlukan kehadirannya dan tak kalah penting juga adalah keluarga yang selalu menjadi sandaran dan alasan untuk pulang.

Tak tanggung-tanggung, ia selalu mengorbankan waktu, pikiran, bahkan materinya hanya untuk membantu mahasiswa. Masyarakat memang membutuhkan abdi negara yang selalu menyayomi dengan tindakan nyata yang konkret di lapangan.

Bang Kahar Kaendo cukup familiar di kalangan mahasiswa dan masyarakat yang kerap turun di lapangan selama dengan segala keteguhan dan penuh rasa tanggung jawab. Ia cukup proaktif dalam menyerap setiap saran, masukan, bahkan kritikan atas apa yang menjadi polemik di Kota Kendari.

Tanggung jawab dan loyalitas tidak hanya ia tunjukkan kepada masyarakat, tetapi juga kepada amanah yang ia emban. Saat ini, ia telah menjadi inspirasi, teladan, dan mentor terbaik untuk generasi muda atas pencapaiannya selama ini.

Berkat perjuangan, doa, serta dukungan, ia mampu membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras. Mungkin itu sederet selayang pandang dari perjalanan mengenal beliau.

Juru Kunci

Di tengah dinamika Kota Kendari yang sering diwarnai aksi unjuk rasa dan beragam masalah kejahatan dan criminal lainnya. nama AKP kaharudin Kaendo mencuat sebagai sosok yang berhasil menaklukkan situasi dengan pendekatan humanis, mengedepankan dialog persuasif.

Polisi asal Kota Raha, Kabupaten Muna Sulawrsi Tenggara ini dikenal dengan pendekatan intelijen yang humanis dan persuasif, membuatnya dijuluki “Juru Kunci” atas setiap aspirasi mahasiswa dan masyarakat

AKP Kaharudin Kaendo, lahir di Muna pada 26 Oktober 1975, dan dibesarkan oleh ayah, seorang pensiunan PNS. Setelah menamatkan SMAN 1 Raha pada 1994, ia lanjut di Korps Bhayangkara dan lolos seleksi Sekolah Calon Bintara (Secaba) PK Polri 1995-1996.

Ia ditempatkan di Satuan Bamapta dan Intel, mengasah kemampuan nya di lapangan.  Pengalaman, analisis yang tajam dan mampu memetakan masalah membawanya menempuh pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) pada tahun 2010-2011.  Setelah lulus, ia menduduki berbagai posisi penting di Muna, termasuk KBO Intel, PS Kasat Narkoba, Kapolsek Kabangka, KP3, hingga menjabat Kasat Intel sampai tahun 2019. 

Selama bertugas, ia berhasil mengungkap dan membongkar beberapa kasus menonjol, termasuk kasus pembunuhan yang sempat menyita perhatian publik saat itu. Pada tahun 2020, Kaharudin pindah tugas ke Polda Sultra di Direktorat Intelijen. 

Kariernya makin moncer dan mentereng saat ia dipercaya mengemban jabatan strategis di Polresta Kendari.

Tanggung Jawab dan Loyalitas

Ia pernah menjabat sebagai Kasat Intel (2021), Kapolsek Kendari (2022), dan Kapolsek Mandonga (2023). Setelah itu, ia kembali dipercaya menjabat Kasat Intel Polresta Kendari hingga 2025.

Selama bertugas di Kendari, Kaharudin dikenal karena kemampuannya luwes, terbuka dan persuasif dalam menghadapi aksi demonstrasi yang kerap menghiasi kota Kendari bahkan menjadi sosok yang solutuf atas berbagai persoalana mahasiswa selama menempuh studi.

Ia tidak segan turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan para demonstran, mencari solusi titik temu dan damai tanpa chaos dan kekerasan. 

Pendekatan ini terbukti efektif dan efisien dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota, sekaligus menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan mahasiswa. Di sela-sela kesibukannya, Kaharuddin juga terus menempa ilmu di Perguruan Tinggi.

Ia berhasil meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sulagwesi Tenggara (Unsultra) pada tahun 2020 dan saat ini sementara melanjutkan pendidikan S2 Hukum di Universitas Halu Oleo (UHO). 

Beberapa bulan lalu, ia baru selesai mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah Polri (Sespimma) sebagai bekal untuk jenjang karier yang lebih tinggi.

Dalam kesehariannya, Kaharuddin dikenal sosok yang apa adanya dan memegang teguh prinsip “rezeki tidak akan pernah tertukar.” 

Prinsip ini membuatnya menjalani setiap tantangan dengan ikhlas dan profesional, menjadikannya teladan bagi banyak anggota Polri khususnya di Satuan Intelijen Polresta Kendari terlebih juga mahasiswa yang sempat menjalin hubungan komunikasi dengannya.

Kini Kaharuddin Resmi meninggalkan tugas sebagai Kasat Intel Polresta Kendari, usai menjalani serah terima jabatan pada 7 Agustus 2025.

Kaharuddin mendapat promosi Bhayangkara Administrasi Penyelia Ditintelkam Polda Sultra dalam rangka Diksespimma Polri
Ia membuktikan bahwa asal-usul dan latar belakang keluarga bukanlah penghalang untuk meraih impian, justru menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras.

Ini menjadi pengingat untuk kita semua bahwa amanah, tanggung jawab, kepercayaan dan integritas adalaha modal untuk terus melakukna yang terbaik dalam ruang pengabdian yang tanpa pamrih.

Tulisan ini hanya sebagai bentuk apresiasi dan rasa bangga, di mana mungkin masih banyak kisah-kisah inspiratif lainnya yang belum terkuak.

Sekali lagi selamat ulang tahun Bang Kahar Kaendo di umur yang ke 51 Tahun. Semoga kesehatan, dan kesuksesan senantiasa di lancarkan dengan karier yang semakin mentereng ke depan. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *