SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Tak kenal maka tak sayang, dalam pepatah ini sebagai bentuk dari perkenalan dimana setiap orang wajib mengenal orang yang akan dipimpinnya.
2024 kita memasuki tahun politik, dimana saat ini Buton Selatan memiliki 4 calon kandidat yang masing-masing memiliki potensi kisah dari para kandidat ini, menjadi salah satu tolak ukur dalam mengenal siapa sosok pemimpin Buton Selatan di masa depan, perjuangan hidup yang begitu sulit yang dialami oleh Samirudin di negeri orang memberikan kekuatan dalam proses kemandiriannya hingga sukses di Kabupaten Kaimana, dan awal karirnya dimulai dari berwirausaha.
Ketika ditemui di ruang tamu kediaman calon Bupati Buton Selatan, Samirudin mengatakan; “Saya bersekolah di SD Kadatua dan SMP juga di Kadatua, untuk SMA saya di SMA Negeri 4 Baubau, pintu kuliah S1 saya di Unhalu, untuk Kuliah S2 dan S3 di Surabaya, “ujarnya kepada awak media ini di Hotel Munajat, Selasa, 03/09/2024.
Lebih lanjut, Samirudin menceritakan; “Untuk pengalaman pekerjaan, saya merantau ke Papua karena dorongan ekonomi untuk mencari yang lebih baik, karena di daerah sendiri kita tidak bisa harapkan penghasilan lebih, jadi kita harus merantau untuk bisa mendapatkan yang lebih, ketimbang kita berada di kampung halaman,” ujarnya.

Dikisahkan Samirudin; “Pengalaman yang menarik selama saya merantau, pernah suatu kejadian yang membuat situasi di Kaimana sedikit mencekam, dengan kondisi seperti ini saya tidak bisa keluar dari tempat mengajar saya, tetapi karena berkat hubungan yang saya bangun dengan masyarakat setempat sangat baik, sehingga saya bisa terjaga dan selamat disana,” tuturnya.
Lanjutnya; “Pekerjaan pertama saya sebagai wirausaha dan alhamdulillah pernah menjadi PNS di Kabupaten Kaimana, penciptaan lapangan pekerjaan di Buton Selatan tidak seperti di Kabupaten Kaimana. Penciptaan lapangan pekerjaan di Kaimana, baik itu di laut, di darat, itu banyak sekali, dari hasil sumber daya alam yang ada di sana, kalau dibandingkan dengan Buton Selatan ini, hanya sekedar ikan, namun untuk di Kabupaten Kaimana banyak sekali hasil lautnya seperti ada lola, ada teripang, kepiting dan lain sebagainya. Dulu di sana bila ingin bekerja orang tidak membutuhkan ijazah,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya; “Dalam bidang perkebunan dan kehutanan disana (Kabupaten Kaimana, Red), hutannya masih banyak pohon-pohon besar, untuk bidang perkebunan di Kaimana banyak tanaman pala. Dimana hasilnya bisa menambah pendapatan keluarga,” imbuh Samirudin.
Bahkan, masih kata Samirudin, di Kaimana hasil dari pohon pisang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, jadi masyarakat disana berlomba-lomba menanam pohon pisang, karena mereka menganggap bahwa pisang itu mampu menambah pundi-pundi keluarga.
“Kalau di Buton Selatan pohon pisang belum dijadikan sebagai mata pencaharian untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarga,” tutur Samirudin.
Masa sulit di tempat merantau itu, lanjut Samirudin, mereka ini disana pernah tinggal di pedalaman, diperhadapkan dengan lampu yang menyala dari jam 06.00 sampai jam 10.00, kemudian kesulitan mereka disana mendapatkan air bersih, untuk mendapatkan air bersih mereka harus menempuh perjalanan jauh, namun dengan ketabahan dan kesabaran sehingga mereka bisa bertahan hidup dan hidup dengan baik antar sesama penduduk disana.
“Namun setelah dipindahkan di Kota Kaimana, kami sudah bisa merasakan adanya fasilitas lampu menyala 24 jam, air bersih dan adanya kendaraan bermotor, namun saat itu masih jarang yang punya dan kami lebih banyak jalan kaki menuju ke tempat kerja, biar sehat juga,” terang Samirudin sebagai Sosok Pejuang Tangguh di negeri rantau.
Harapannya, untuk generasi muda di Buton Selatan, mari terus berkreatif, berkolaborasi dan bekerja sama memajukan Buton Selatan sesuai dengan bidang masing-masing, sesuai dengan keahlian masing-masing. “Buat generasi muda, mulai hari ini banyak belajar yang giat, ke depannya bisa menjadi manusia yang berguna bagi nusa, bangsa dan negara, khususnya Buton Selatan, tidak henti-hentinya belajar, banyak membaca supaya sumber daya manusia yang ada di Buton Selatan hari ini bisa berkompetensi, berkualifikasi, karena dengan sumber daya manusia yang baik, maka suatu daerah itu pasti maju,” demikian Samirudin. (*)
Liputan: Hariyadi
Editor: Rusly, S.Mn. (RAL)

