Janji PLN Wilayah Menuai Kekecewaan Masyarakat, Dicurigai “Ada Transaksi Liar”

SPIONNEWS.ID, Maluku – Terkait surat pemberitahuan dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Masohi dan Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Bula menuai kekecewaan masyarakat Kecamatan Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur. Pasalnya, mereka mempertanyakan hasil tindaklanjut dari pertemuan pada tahun 2023 antara Perusahan Listrik Negara (PLN) Wilayah Maluku dan Maluku Utara (MAMALUT) dengan Komisi C DPRD Kabupatèn Seram Bagian Timur bersama masyarakat, bahwa akan dinyalakan lampu PLN 1 X 24 jam untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kecamatan Gorom akan aliran listrik, namun sebaliknya yang terjadi malah pemadaman lampu listrik secara terus menerus, bahkan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada masyarakat di wilayah itu perihal rencana dan jadwal listrik PLN akan dipadamkan secara bergiliran.

Atas problem tersebut, Koordinator Serikat Mahasiswa Seram Bersatu (SERAWATU), Rifki Derlen angkat bicara. Dirinya mengungkapkan hingga saat ini hasil tindaklanjut dari pertemuan tersebut belum juga ada hasilnya; “Alih-alih untuk mendapatkan suara masyarakat lewat Pemilihan Legislatif 2024 dengan janji menyalakan listrik PLN untuk masyarakat di Gorom per Januari 2024 adalah Pembohongan kepada masyarakat Gorom,” ungkapnya.

Menurut Rifki Derlen Koordinator SERAWATU; “Kami menduga ada permainan yang diatur oleh Komisi C DPRD SBT dengan pihak PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara dalam persoalan ini, terbukti sampai sekarang janji itu belum juga terealisasi,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya menegaskan; “Seharusnya DPRD Seram Bagian Timur mengawal persoalan ini, sehingga masyarakat Pulau Gorom tidak dibuai dengan janji-janji poltik semata, Beta harap DPRD SBT dan PLN Wilayah untuk segera merealisasi hasil rapat pertemuan di tahun 2023 antara Komisi C DPRD SBT dan PLN wilayahnya dan juga masyarakat,” ujar Ketua SERAWATU.

Lebih lanjut Koordinator SERAWATU menegaskan; “Kami mencurigai dengan pemadaman lampu yang dilakukan pihak PLN setempat, bahkan sebelumnya 1 x 12 jam bisa padam berkali-kali dalam sehari. Apakah Kabupatèn SBT ini kekurangan minyak?,” pungkas Ketua SERAWATU.

Lebih jauh, Rifki Derle mencurigai, adanya permainan gelap yang diduga sengaja dilakukan oleh oknum PLN setempat untuk pemadaman lampu listrik seperti ini dan mirisnya lagi kadang pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat.

“Beta curiga ada transaksi liar terkait stok minyak, saya mendesak jika persoalan ini belum ada titik terangnya maka dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi Demonstrasi dengan melibatkan masyarakat dan mahasiswa Gorom dan mendesak kepada Menteri BUMN Erick Tohir melalui Direksi PLN pusat untuk mencopot jabatan General Manager PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara secara tidak terhormat,” ujar Koordinator SERAWATU.

Liputan : Erwin Banea

Editor : Harry & RAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *