
SPIONNEWS.ID, SERAM BAGIAN TIMUR, MALUKU – Kurangnya perhatian Pemerintah Daerah Seram Bagian Timur (SBT) terhadap infrastruktur jalan di Kepulauan Watubela Kecamatan Kesui Watubela.
Kebutuhan akan infrastruktur jalan merupakan sarana yang paling vital dalam kehidupan masyarakat setempat, hal ini dikarenakan aktivitas keseharian Masyarakat Kepulauan Watubela dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) dan Sumber Daya Alam (SDA) bertumpu pada infrastruktur jalan yang ada di Kepulauan Watubela.
Untuk mengatasi persoalan itu, maka masyarakat Kepulauan Watubela Kecamatan Kesui Watubela Kabupaten SBT Provinsi Maluku sangat mengharapkan perhatian pemerintahnya dalam membangun infrastruktur jalan di daerah tersebut.
Demikian ditegaskan oleh salah seorang Anggota Forum Komunikasi Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa (FKPPM) Kepulauan Watubela, Ajamain Basir Rumlus ketika diwawancarai wartawan spionnews.id ini, Rabu (22/01/2025).
Meskipun Tidak Terjadwal, Warga Lanto Antusias Ikut Reses
Dirinya menyayangkan sikap ketidakpedulian Pemerintah Seram Bagian Timur (SBT) terhadap Kepulauan Watubela, yang mengakibatkan keterbelakangan infrastruktur jalan di Kepulauan Watubela.
“Yang lebih mirisnya ketika melihat kondisi yang dialami oleh pelajar, baik Siswa SMP dan SMA dalam melakukan perjalanan menuju sekolahnya yang jaraknya kurang lebih 7 KM dengan jalan yang begitu curam, dan berbahaya serta waktu tempuh dalam 2 jam,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rumlus itu menilai, selama 21 tahun pemekaran SBT, Pemerintah setempat belum melakukan pembahasan dalam Paripurna DPRD Kabupaten SBT tentang pemerataan pembangunan di Seram Bagian Timur, lebih khusus di Kepulauan Watubela.
“Padahal di setiap momentum politik para Politisi selalu menebar janji politiknya terkait pemerataan infrastruktur di kepulauan Watubela, namun sampai dengan hari ini infrastruktur jalan tersebut tidak pernah ada,” tegasnya
Lebih jauh Rumlus menambahkan, dirinya mengharapkan setelah Pelantikan Bupati SBT terpilih Tahun 2025 nanti, dalam 100 hari kerja Pemerintah SBT yang baru dapat merealisasikan Aspirasi Masyarakat Kepulauan Watubela, sehingga mereka dapat merasakan akses jalan dan infrastruktur lainnya di Kepulauan Watubela.
“Dengan demikian akan memudahkan masyarakat dan pelajar dalam melakukan aktivitas kesehariannya serta mendorong pembangunan ekonomi menuju kepada wilayah Kepulauan Watubela yang lebih mandiri,” ujar Rumlus. (*)
Liputan : Erwin Banea
Editor : Rusly, S.Mn.

