Program PKG Buton Selatan Sasar 1800 Orang Terkendala Pada BMHP dan Nakes Belum Terlatih

SPIONNEWS Batauga – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Buton Selatan menargetkan sebanyak 1800 orang yang berulang tahun hingga Apri 2025.

Namun, masih terkendala pada Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dan tenaga kesehatan yang belum terlatih. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Muslihin Mahmud menyatakan bahwa sekitar 1800 orang ditargetkan menjadi pasien program PKG hingga April 2025.
Kendati akan berakhir pada periode tersebut, Namun tidak menutup kemungkinan program layanan kesehatan gratis tersebut diperpanjang hingga Desember 2025.
Ia menuturkan tiap periodenya ditargetkan sebanyak 200 orang calon pasien sudah memeriksakan kesehatan secara gratis ke Puskesmas terdekat. Dari total yang ditargetkan sekitar 1800 calon pasien yang tersebar di seluruh Kabupaten Buton Selatan.Muslihin mengaku saat ini pihaknya tengah fokus pada pengembangan SDM tenaga kesehatan (Nakes) yang dianggap belum terlatih secara profesional mengenai mekanisme pelaporan pada program tersebut.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan uji T ke seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten Buton Selatan. Idealnya, tiap 1 Puskesmas harus mempunyai 7 tenaga kesehatan untuk dibentuk kedalam tim PKG dengan menangani berbagai keluhan kesehatan masyarakat yang datang berobat. Namun, untuk pencegahan stunting tidak termasuk dalam program tersebut.

Ditambah dengan jumlah Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) yang masih kurang memadai untuk menunjuang program PKG, Kata Mushlin saat ini pihaknya masih mengandalkan BMHP rutin dari Dinas Kesehatan Buton Selatan untuk digunakan pada program PKG yang telah memasuki hari ke-3.
“Saat ini yang kami gunakan adalah BMHP rutin dan terkendala pada Nakes yang belum mengerti tentang pelaporan,” Ujar Muslihin kepada telisik, Sabtu (1/3/2025).
Sejauh ini terdapat 5 dari 14 Puskesmas di Buton Selatan yang telah menjalankan program tersebut, diantaranya. Puskesmas Siompu, Siompu Barat, Bukit Kangka, Sampolawa, dan Batauga.
Oleh sebab itu, pihaknya terus melakukan penjangkauan untuk dapat memaksimalkan SDM pada 8 Puskesmas yang sampai saat ini masih terkendala pada mekanisme pelaporan terkait program pemeriksaan kesehatan gratis. Muslihin menambahkan, program tersebut masih terkendala pada mempromosikan program tersebut kepada seluruh masyarakat Buton Selatan.
Paling tidak masyarakat mengetahui ada program kesehatan gratis dihari ulang tahun mereka. Pemeriksaan pada PKG meliputi, pelayanan pemeriksaan kolestrol, gula darah, jantung, dan HIV termasuk didalamnya pemberian obat secara gratis dan tidak ada batasan usia.
“Tidak ada batas usia selama yang bersangkutan berulang tahun ditanggal periode yang telah ditetapkan,” Pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Batauga Fitriani mengatakan bahwa program PKG sudah mulai eksekusi dengan menyasar sekitar 17 orang pasien telah memeriksa kesehatan gratis ke Puskesmas tersebut pada periode Februari.
Ia mengatakan para pasien yang mengikuti program PKG yang telah mempunyai kartu sehat. Kartu tersebut dijadikan acuan kebutuhan pasien pada pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Kendati demikian, pasien yang belum memiliki kartu sehat tetap mendapatkan pelayanan tersebut selama berulang tahun pada periode yang sudah ditetapkan. Sejauh ini, rata-rata pasien memeriksakan tekanan gula darah serta ada pula yang menggunakan layanan kesehatan gratis itu untuk memeriksakan kesehatan gigi.
Fitriani mengungkapkan pihaknya masih terkendala SDM tenaga pada dokter spesialis gigi yang belum ada. Perihal mekanisme pelaporan PKG saat ini sudah ditangani oleh tenaga yang terampil dan profesional.
Terlebih pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat Batauga untuk datang memeriksakan kesehatan secara cuma-cuma ke Puskesmas, utamanya saat berulang tahun.
Pasalnya, antusias masyarakat masih kurang terhadap program pemeriksaan gratis tersebut. Namun, saat ini progres pendataan calon pasien PKG sudah sekitar 40 persen dengan jumlah sebanyak 200 calon pasien.
“Kami tetap melanjutkan program ini dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat adanya PKG,” Urainya. (Ha)
Editor: Harry




