Liputan: La Ode Muhammad Syamsir
SPIONNEWS.ID, BAUBAU – Gerakan Mahasiswa Kota (Gemata Institute) membuka dialog publik dengan tema: Potret 100 Hari Kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau, apakah tepat sasaran? Yang berlokasi di Sija X Garpu Kitchen Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara, baru baru ini.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun wartawan spionnews.id bahwa, Pihak Penyelenggara Dialog tersebut sangat menyayangkan ketidakhadiran Wali Kota Baubau, apalagi dari pemerintah kota tidak mengutus satu pun perwakilan untuk menghadiri acara tersebut. Padahal menurut panitia, undangan untuk wali kota dan wakil wali kota sudah diberikan jauh hari sebelumnya, tetapi hingga tiba pelaksanaan dialog itu tidak ada konfirmasi utusan dari Pemerintah Kota Baubau.
Hal serupa juga disampaikan oleh semua narasumber yang hadir yaitu La Ode Abdul Tamin, SH., MH mewakili DPRD Kota Baubau, Erwin, S.Sos.,M.Si selaku Sekretaris KNPI Kota Baubau, LM. Rauda Agus Udaya Manarfa, S.Sos.,M.Si yang mewakili Akademisi, Fiflan Trisdian yang merupakan Peneliti Pembangunan.
Bahkan semua perwakilan Organisasi-organisasi besar yang hadir seperti GMNI Buton Raya, IMM Kota Baubau, Maluku Satu Rasa, BEM Sekota Baubau, KAHMI Kota Baubau, HIPPMI Baubau, HMI Cabang Baubau, BKPRMI Kota Baubau, turut menyoroti ketidakhadiran Wali Kota atau Pemkot Baubau, tak terkecuali Ketua Umum Gemata, LM. Izhat Suhendra serta Moderator Muh. Fadli Hidayat yang berulang kali menyoroti ketidakhadiran Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE.

Dalam laporannya, ketua panitia penyelenggara mengatakan; “Seharusnya Bapak Wali Kota hadir dalam kegiatan ini untuk memaparkan 100 hari hasil kerja bersama,” ujar Ketua Panitia, Awan.
Serupa dengan Ketua GEMATA Institute, dalam sambutannya mengatakan; “Lagi-lagi kita sangat dikecewakan dengan adanya tema yang kita bangun potret 100 hari kerja Wali Kota Baubau yang tidak sempat hadir pada malam hari ini,” ucap Izhat Suhendra.
Menurut perwakilan dari DPRD Kota Baubau mengatakan; “Dalam 100 hari kerja kemungkinan besarlah belum bisa melaksanakan secara maksimal,” imbuh Abdul Tamin dalam sambutannya.
Sekretaris KNPI Kota Baubau juga tegas mengatakan; “100 hari kerja Wali Kota ini tidak boleh hanya menjadi agenda seremoni, dengan jargon kerja bersama harusnya salah satunya berpartisipasi hadir dalam kegiatan seperti ini,” tegas Erwin.
Perwakkan Akademisi yang juga Dosen Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau mengatakan; “Mudah-mudahan ini bisa menjadi pengingat kepada pemerintah dalam menjalankan pemerintahannya,” tutur Rauda.
Peneliti pembangunan juga mengatakan; “Malam ini saluran demokrasi di Kota Baubau belum terpenuhi. Satu hal yang saya selalu soroti di wilayah kebijakan publik dimana kesejahteraan belum terdistribusi dengan baik,” ungkap Fiflan Trisdian.
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan dari Wali Kota Baubau atau yang mewakili Pemerintah Kota Baubau perihal berita tersebut. (Tim Redaksi SN)
Untuk liputan selengkapnya bisa dilihat di channel Facebook Syamsir Alam Phc atau klik pada gambar dibawah ini…

Editor: La Ode Muhammad Syamsir
















