SPIONNEWS.ID, Buton Selatan – Kisah memilukan datang dari Desa Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan. Seorang nenek bernama Wa Ande (90) tinggal sendirian di sebuah gubuk reot yang jauh dari kata layak huni. Kondisinya yang memprihatinkan viral di media sosial beberapa hari lalu dan mengundang simpati berbagai pihak.
Dalam video yang diunggah oleh salah satu pengguna media sosial, terlihat Nenek Wa Ande hidup dalam kesederhanaan ekstrem. Rumah yang ia tempati berdiri di atas lahan kecil dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter dan tinggi tak lebih dari 1,5 meter. Dinding rumahnya hanya terbuat dari potongan seng bekas berbahan aluminium, sementara isi di dalamnya hanya terdiri dari peralatan dapur seadanya dan satu ruang tidur sempit.
Wartawan SPIONNEWS.ID yang mendatangi langsung lokasi kediaman Wa Ande mendapati bahwa tempat tinggal tersebut berada di tengah perkampungan dekat pemukiman warga. Meski hidup sendiri, Wa Ande tetap bertahan dengan menjual hasil pertanian dari kebun kecilnya, seperti daun kelor, pepaya, daun ubi, dan srikaya di Pasar Lapandewa.
Dari penelusuran wartawan, diketahui bahwa Wa Ande dulunya memiliki keluarga. Namun, suami dan anak-anaknya telah meninggal dunia lebih dahulu. Ia sebenarnya memiliki rumah yang lebih layak di kawasan padat penduduk, namun memilih tinggal sendiri karena ingin menghindari keramaian dan enggan merepotkan keluarga maupun orang lain. Bahkan sempat beberapa bulan tinggal bersama keluarganya di Lapandewa.
Sikap mandiri Wa Ande menjadi sorotan tersendiri. Ia menolak menerima pemberian secara cuma-cuma, termasuk bantuan dari warga maupun pemerintah. Bahkan, saat tim mencoba membujuknya untuk menerima program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH), Wa Ande dengan rendah hati berkata dalam bahasa daerah, “Padiapo,” yang artinya kurang lebih, “jangan”
Meski demikian, Pemerintah Desa Lapandewa memastikan bahwa Wa Ande terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) sejak dulu. Namun, berbagai bentuk bantuan lainnya sering ditolaknya dengan alasan pribadi.
Menanggapi viralnya kondisi Wa Ande, Pemerintah Kecamatan Lapandewa bersama Pemerintah Desa langsung turun tangan meninjau rumahnya. Camat Lapandewa, Sukman Effendi, menyampaikan komitmennya untuk memberikan bantuan rumah layak huni bagi Wa Ande sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warganya.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar rumah layak huni segera direalisasikan untuk beliau,” ujar Sukman saat dikonfirmasi Selasa (17/06/2025).
Selain itu, dukungan juga datang dari kalangan pemuda. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Lapandewa Tambunaloko (IKMALTA), Marlan, menegaskan bahwa pihaknya akan turut mengawal proses pembangunan rumah untuk Wa Ande. Ia meminta pemerintah bertindak cepat agar lansia seperti Wa Ande tidak lagi hidup dalam kondisi tak layak.
“Kami harap kasus seperti ini menjadi yang terakhir di Buton Selatan. Negara dan pemuda harus hadir untuk memastikan rakyat merasakan kesejahteraan,” tegas Marlan. (La Nare)
Editor : Harry
















