Forum pemerhati Perikanan dan Pertanian Sultra; Gubernur Diharapkan Hadirkan Kebijakan Strategis di Sektor Perikanan dan Pertanian

SPIONNEWS, Baubau. Senin, 7/7/2025. Sektor pertanian dan perikanan selain merupakan penyedia bahan pangan bagi 2, 8 juta lebih penduduk sultra, juga mampu menampung tenaga kerja yang besar dan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat serta menekan angka kemiskinan.

Direktur Eksekutif Fompapa. Bojes Samsul Bahri melalui release pers mengatakan, Kebijakan bapak Gubernur untuk Perkuat Ekonomi di Sektor Pertanian dan Perikanan yang merupakan sektor yang sangat penting dan sangat strategis. Dimana sektor tersebut bukan hanya menjadi penyedia bahan pangan bagi 2,8 juta lebih penduduk sultra, tetapi juga mampu menampung tenaga kerja yang besar dan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, serta menekan angka kemiskinan.

Hal tersebut kata Bojes dibutuhkan kebijakan Gubernur untuk akselerasi penguatan ekonomi sektor pertanian dan perikanan. Sehingga dibutuhkan inovasi di kedua sektor tersebut agar semakin berkembang.

“Harus ada langkah-langkah terobosan agar kedua sektor ini tumbuh lebih besar lagi dan menjadi motor penggerak ekonomi kita,” kata Bojes mantan Ketua KNPI BauBau.

Masyarakat Sultra berharap ada sentuhan kebijakan seperti yang telah bapak Gubernur lakukan di sektor infrastruktur dengan membangun jalan jalan propinsi dibeberapa titik kabupaten sesultra.

Hal yang sama kita harapkan kebijakan bapak Gubernur menyentuh sektor andalan ini selain tentunya sektor pertambangan yang diharapkan memberikan kontribusi pendapatan daerah yang signifikan. Direktur Fompana memiliki beberapa catatan terkait kedua sektor tersebut.

Pertama, fokus perhatian yang selama ini hanya tertuju pada upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan di on-farm dan tidak pernah menyentuh off-farm, terutama pascaproduksi.

“Petani dan nelayan perlu keluar dari aktivitas on-farm menuju ke off-farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan,” ujarnya.

Kedua,“Kita berharap bapak Gubernur memikirkan skema-skema khusus per klaster sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi klaster pertanian maupun perikanan. Tapi pembiayaan harus diikuti dengan pendampingan-pendampingan, baik dalam pengelolaan keuangan, membuat kemasan yang baik, packaging yang baik, branding yang baik, dan juga marketing yang baik,” paparnya.

Ketiga, bapak Gubernur bersama jajarannya diharapkan mulai mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, hingga nelayan yang selama ini bergerak dalam skala ekonomi kecil untuk bergabung dan berkolaborasi dalam kelompok atau korporasi besar. Dengan demikian, mereka akan memiliki nilai skala ekonomi yang besar pula.

“Sehingga dalam korporasi nanti, petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi, serta melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply chain nasional maupun global,” tandasnya.

Direktur Eksekutif Fompapa Sultra, Bojes Samsul Bahri juga menyampaikan harapan kepada pemerintah propinsi agar Solusi kebijakan untuk sektor pertanian dan perikanan di sultra dapat mencakup peningkatan produktivitas, diversifikasi produk, penerapan teknologi, peningkatan akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Pemerintah daerah juga perlu memberikan dukungan dalam bentuk bantuan modal, subsidi, pelatihan, serta pengembangan infrastruktur dan teknologi.

Selain itu, penting untuk memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Tutup mantan Aktifis HMI. (***)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *