SPIONNEWS.ID, Buton Tengah – Kedatangan salah satu Menteri Republik Indonesia, yakni Menteri PU di Kota Baubau, sekaligus melihat lebih dekat terkait rencana pembangunan proyek Jembatan Buton Muna (TONA) yang sudah diisukan, sekarang menjadi jelas bahwa akan siap terbangun.
Bupati Buton Tengah, DR. H. Azhari, S.Stp, M.Si, dalam akun Facebook-nya, menuturkan bahwa, Jembatan TONA penghubung dua pulau kembar, kembar karena konon hadirnya pun bersamaan. Setidaknya begitu cerita pembuka dalam kitab “Darul Butuuni wa darul Munajat”. “Atau yang biasa disebut sebagai buku tambaga,” tuturnya.
Ia menambahkan, dua pulau yang selama ini terpisah oleh selat, telah lama digagas oleh para putra kedua pulau itu untuk disambungkan. Tersebutlah nama – nama tokoh penggas seperti Ridwan Bae, Alimazi, Amirul, mereka saat menjabat selalu menggaungkan pentingnya jembatan ini. Jembatan yang telah diperjuangkan sejak tahun 2010 ini, kini kembali menonjol setelah paparan demi paparan yang dilontarkan oleh Ridwan Bae, bersambut dengan tekad ASR sebagai Gubernur Sultra yang baru menjabat seumur jagung.

“Saat menunggu kedatangan Pak Menteri PU untuk mendarat di Bandara Baubau, saya mengulang kembali pernyataan saya ke Pak Gub, bahwa kalau Jembatan Tona terbangun di era sekarang, itu akan menjadi legacy buat masyarakat Buton dan Muna, apalagi kami yang di Buteng dan Baubau. Pak Gub menyampaikan bahwa saat saya beraudiensi dengan Menteri PU hanya dua saya minta, pertama Jembatan Buton Muna, kedua bagaimana Aspal Buton dimanfaatkan,” jelasnya.
Ucap Azhari, pernyataan yang sama disampaikan kembali oleh Menteri PU saat mereka santap malam di Rujab Wali kota Baubau. Bahwa Pak Gub, hanya minta dua jembatan dan aspal. Allhamdulillah semoga jembatan ini menjadi wujud sebagaimana penyampaian Pak Menteri bahwa ini bisa terkendala selama ini pembangunannya karena komunikasi pusat dan daerah saja yang terhambat.
Semoga dengan ASR sebagai Gub dan Pak Ridwan Bae yang tak henti menghidupkan terus ide jembatan ini, maka seperti Pak Menteri sampaikan tahun ini semua urusan administrasi semoga rampung dan tahun depan bisa mulai dijalankan.

“Jembatan ini adalah lompatan perubahan dalam sinergi pembangunan di dua pulau ini. Ya sinergi untuk mobilitas orang dan barang. Semoga dengan jembatan ini, segala potensi sumber daya kita baik alam dan peninggalan kearifan budaya akan semakin menarik untuk dieksplor dengan catatan semoga kedewasaan kita bersama dalam memanage persaudaraan antara dua entitas juga semakin baik,” tegas Bupati Buteng dalam akun Facebooknya.
Menurutnya, Muna Buton sebagai pulau kembar, punya banyak peninggalan budaya yang membanggakan dan unik, manusianya cerdas-cerdas, kalau Jepang dikatakan cerdas karena konsumsi ikannya maka kita di dua pulau ini, ikan adalah pakan pokok kita, lalu saat dunia baru sadar bahwa kelor adalah sayur yang paling sehat, kita di sini sudah menjadikan sayur kelor sebagai sayuran pokok yang dapat kita temui hampir di setiap halaman rumah setiap warga di desa-desa.
“Kita punya hampir semua alasan untuk maju bersama, dan sedikit alasan untuk selalu digoreng buat berbeda. Semoga jembatan ini adalah penyatu yang menyatukan segala cita dan asa untuk generasi kita kedepan. Apalagi Pak Ridwan mulai mendorong lagi jembatan penghubung antara Tampo Towea Konsel, allhamdullillah Pak Menteri juga merespon bahwa tahun ini akan dimulai perencanaannya,” ungkapnya, Minggu (13/7/2025).
Lanjut Bupati Buteng, kalau itu terwujud, maka Buton Muna akan terhubung dengan semua daratan Sulawesi. “Kita akan semakin mobile, kampung kita, gua-gua kita akan datang dieksplor oleh banyak orang dan kita mesti mempersiapkan diri dan masyarakat kita untuk mengambil manfaat dari perkembangan tersebut. Semoga semua kebaikan dan rahmat tercurah untuk kita semua,” tutupnya. (*)
Editor : Harry & Sdr. RAL.

