SPIONNEWS, BATAUGA – Meningkatnya harga barang yang ada di pasar rakyat membuat masyarakat mulai mengeluh terkait naiknya harga barang terutama bahan pangan berupa beras.
Dari kondisi tersebut pihak pemerintah daerah kabupaten Banten Selatan sudah mempersiapkan beberapa hal yang akan nantinya menekan harga bahan pokok di pasaran.
Ketika dikonfirmasi Kepala Dinas perdagangan dan industri Kabupaten Buton Selatan La Ganefo mengungkapkan, terkait dengan harga pasar kita dari Disperindag sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan di pasar-pasar, sudah masuk di pasar Lapandewa pasar di Sampolawa, jadi harga itu tidak bisa ditekan karena alasan pedagang mau mobilisasi barang yang cukup tinggi.
“Pihak dari statistik juga mengungkapkan bahwa harga barang di pasaran kenapa tiba-tiba menjadi naik di wilayah Kabupaten Buton Selatan?”terangnya, pada awak media, saat selesai rapat di Kantor Bupati Buton Selatan.
Tutur La Ganefo, karena sudah ada operasi pasar harusnya harga barang turun di pasar terutama pasar rakyat, hal ini juga dilakukan pemerintah dengan memberikan bantuan kepada masyarakat terutama dari ketahanan pangan telah memberikan dan mengeluarkan program pasar murah, Dinas sosial juga kamu mengeluarkan program PKH nya untuk 2 bulan terakhir. “Di mana per keluarga itu mendapat 10 kilogram beras, perbulannya sehingga terbentuk dua bulannya berarti mendapatkan 20 kilo, hal ini juga diharapkan bisa mengurangi beban masyarakat terkait tingginya harga barang terutama beras” ujarnya.
Menurutnya, Dan semoga para pelaku pasar bisa menekan harga agar tidak naik, saat ini Pemerintah Daerah pun sedang berupaya, sudah mencari regulasi terkait harga beras.
“Berdasarkan koordinasi dari pihak Bulog apabila harga barang mau diturunkan maka harus ada rekomendasi dari Ketapang dan dari satgas dalam hal ini sekda, bahwa setiap pasar itu harus ada pengelola pasarnya, di mana dibedakannya lain mandor pasar dan lain pengelola pasar” ungkapnya.
Kata La Ganefo, Bila nantinya telah direkomendasikan oleh Ketua Satgas untuk mengelola pasar, maka akan mempermudah berurusan dengan pihak Bulog sebagai pemasok bahan pangan terutama beras, di mana mengambil beras-beras yang telah menjadi Jatah setiap Kabupaten dengan harga yang sesuai dan yang telah ditentukan oleh Bulog.
“Semisalnya Pasar Batauga itu diharapkan nanti ada pengelola pasarnya, sehingga nantinya semua pedagang yang akan membeli beras atau masyarakat yang akan membeli beras bisa langsung kepada pemasok pengelola pasar, agar harga barang bisa stabil” jelasnya.
Menurut Kepala Dinas Perdagangan, pemerintah daerah akan menunjuk setiap pasar yang ada di Kabupaten Buton Selatan akan ada salah seorang sebagai pengelola pasar dan itu diambil dari masyarakat yang telah memenuhi standar dan regulasinya. Sehingga pengelola pasar bisa berkoordinasi dengan Bulog dengan ketahanan pangan, sehingga tempat yang telah disediakan oleh pengelola pasar bisa menjual harga beras bulog dengan harga yang telah ditentukan pihak pemerintah.
“Untuk pengelola pasar sendiri nantinya yang direkomendasikan harus masyarakat yang sudah memiliki izin usaha minimal UD di mana nantinya bisa bekerjasama dengan pemerintah dalam mengatur harga barang yang ada di pasaran sehingga masyarakat tidak mengeluh atau tidak merasa berat dalam melakukan pembelian barang terutama bahan pangan” tuturnya. (Ha).
Editor: Harry

