Jelang Haroana Andala, TNI dan Pemerintah Kelurahan Bone-Bone Kolaborasi Pekangkilo Tawo

SPIONNEWS, Baubau – TNI dalam hal ini Kodim 1413 Buton dan Batalyon Infanteri TP 823 Raja Wakaaka bersama Pemerintah Kelurahan dan masyarakat Bone-Bone Kecamatan Batupoaro melakukan kolaborasi bakti sosial dengan memberishkan pantai atau dalam Bahasa wolionya Pekangkilo Tawo di seputaran pesisir pantai Bone-Bone pada Sabtu (11/10/2025). Pekangkilo Tawo atau bersih-bersih pantai selalu dilakukan tiap tahun menjelang ritual adat Haroana Andala yang akan dilaksanakan pada Minggu pagi (12/10/2025).

Dandim 1413 Buton Letkol Inf Arif Noviyanto, SE dalam keterangan persnya mengatakan kolaborasi TNI dan Pemerintah Kelurahan dan masyarakat dalam melakukan bakti sosial bersih-bersih pantai dimaksudkan ntuk menciptakan kebersihan lingkungan dan memupuk persaudaraan serta menciptakan lingkungan yang bersih khususnya menjelang pelaksanaan ritual adat. Haroana Andala yang ternyata mendapat sambutan yang cukup luas dari masyarakat.

Dijelaskan, menjaga lingkungan yang bersih memiliki makna karena dengan menjaga lingkungan maka lingkungan juga akan turut menjaga manusia. Oleh sebab itu, pihaknya memberikan apresiasi atas inovasi “Pekangkilo” yang telah dijalankan di Kelurahan Bone-Bone, yang berhasil mengubah pola hidup masyarakat menjadi lebih peduli kebersihan.

Ditempat yang sama Komandan Yonif TP 823 Raja Wakaaka Mayor Inf Arkham Hidayat, S.Sos,.M.M, mengungkapkan, kehadiran Batalyon TP 823 Raja Wakaaka dalam bakti sosial adalah untuk sosialisasi dan perkenalan sebagai warga baru di Baubau.

Diakuinya, posisi Batalyon 823 Raja Wakaaka memang untuk pertahanan termaksud juga pembangunan juga bagaimana situasi Kota Baubau ini aman dan sektor yang perlu jaga kelestariannya termasuk juga ini Bone Bone juga punya potensi laut dan budaya juga masih kental dan lestari sampai sekarang.

Sementara itu, Lurah Bone-Bone Ramadan, SIP mengungkapkan, pada dasarnya kegiatan ini dipersiapkan untuk menyambut kegiatan inti yakni Haroana Andala sehingga setiap tahun dilakukan dengan cara berkolaborasi untuk bertukar informasi bahwa masyarkat di Bone Bone ini punya tradisi yang kuat khususnya tradisi nelayan yakni Haroana Andala.

“Haroana Andala adalah bentuk munajat para nelayan yang dilakukan secara turun temurun dan kekayaan khasanah budaya seperti ini adalah tugas kita untuk tetap melestarikannya yang juga merupakan bagian dari kekayaan nusantara dan rasa syukur rasa syukur atas tangkapan nelayan. Yang kedua munajat permohonan perlindungan atas aktivitas selanjutnya agar berjalan lancar,”imbuhnya. (FBPK)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *