Aliansi Pemuda SBT Ancam Gelar Aksi Besar, Desak Kejati dan Polda Maluku Usut Dugaan Korupsi Dana Desa Negeri Ondor

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Negeri Ondor, Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali memicu sorotan publik. Aliansi Pemuda Seram Bagian Timur menegaskan akan melakukan aksi besar-besaran di Kota Ambon untuk mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku agar segera mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan Dana Desa Negeri Ondor.

Ketua Aliansi Pemuda SBT, Agus, menilai dugaan penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa tersebut telah terjadi sejak lama dan belum mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

“Kami melihat ada dugaan kuat penyalahgunaan Dana Desa di Negeri Ondor. Sudah terlalu lama masyarakat dirugikan, tapi belum ada tindakan nyata. Karena itu kami akan turun dengan aksi besar di Kota Ambon untuk menuntut keadilan,” tegas Agus kepada awak media, minggu (12/10/2025)

Menurutnya, berdasarkan hasil penelusuran lapangan dan keterangan sejumlah warga, terdapat sejumlah kegiatan tahun anggaran 2025 yang diduga fiktif, antara lain pembangunan jalan setapak atau rabat beton serta pengadaan 20 unit perahu mancing bagi nelayan.

“Dari hasil penelusuran kami, kegiatan itu diduga tidak pernah dilaksanakan. Tidak ada bukti fisik di lapangan, sementara anggaran mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

Agus menilai, indikasi dugaan penyimpangan tersebut memperlihatkan lemahnya pengawasan dan transparansi di tingkat desa.

“Kalau benar terbukti, ini bentuk pengkhianatan terhadap rakyat kecil. Dana Desa adalah hak masyarakat, bukan alat memperkaya diri sendiri,” katanya.

Ia mendesak Inspektorat Kabupaten SBT segera melakukan audit khusus terhadap penggunaan Dana Desa Negeri Ondor dan menyerahkan hasilnya kepada Kejati Maluku serta Ditreskrimsus Polda Maluku untuk ditindaklanjuti secara hukum.

“Kami minta aparat penegak hukum turun langsung tanpa menunggu laporan selesai. Kasus ini harus diselidiki secara terbuka dan transparan,” ujarnya.

Agus juga menegaskan bahwa pihaknya bersama sejumlah pemuda telah mengumpulkan bukti-bukti pendukung, termasuk dokumen APBDes, RAB, SPP, serta dokumentasi lapangan.

“Kami tidak asal bicara. Semua bukti akan kami serahkan resmi ke Kejati Maluku dan Polda Maluku,” tandasnya.

Menutup pernyataannya, Agus menyebut aksi besar akan digelar dalam waktu dekat di Kota Ambon sebagai bentuk tekanan moral terhadap aparat penegak hukum.

“Kami tidak akan diam. Kalau dugaan ini tidak segera ditindaklanjuti, kami akan turun dengan massa lebih besar. Keadilan harus ditegakkan, dan Kejati serta Polda Maluku jangan tinggal diam,” tegas Agus.

Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *