
SPIONNEWS, BAUBAU – Untuk bisa mengikat silaturahmi antara agama yang ada di Kota Baubau pihak pemerintah daerah Kota Baubau bersama dengan Kementerian Agama melakukan modernisasi antar umat beragama hal ini untuk bisa menjalin silaturahmi dan menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dalam menjalankan dan mengembangkan Kota Baubau ke arah yang lebih baik.
Dalam pertemuan tersebut Antara Pemerintah Kota Baubau yang di wakili oleh Asisten III Tekankan Moderasi Beragama kepada IPARI di Kantor kementerian agama Kota Baubau, Rabu.(10/12/2025).
Pada pertemuan tersebut, Asisten III Setda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si menyampaikan materi dalam kegiatan Teknik Public Speaking Penyuluh Agama Se-Kota Baubau bahwa Penguasaan Materi dan Konteks (Substansi) materi keagamaan yang relevan dengan isu-isu dan problem kehidupan masyarakat saat ini misalnya: kesehatan mental, literasi digital, moderasi beragama, isu lingkungan, atau tantangan Ekonomi.
“Untuk kejelasan dan kedalamannya sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami, tetapi tetap menjaga keaslian ajaran agama. Pendekatan Interdisipliner hubungan agama dengan ilmu pengetahuan, sosiologi, psikologi, atau data faktual untuk memperkuat argument, Pentingnya keterampilan komunikasi digital dengan pemanfaatan Media Sosial seperti YouTube, Instagram, TikTok, atau WhatsApp untuk menyampaikan pesan singkat, padat dan menarik media dakwah/penyuluhan digital”ujarnya.
Kata Asisten 3, keterampilan komunikasi digital lainnya yakni visual yang menarik Jangan hanya mengandalkan ceramah lisan. Gunakan infografis, slide presentasi bisa dengan Canva, atau video pendek untuk memperkuat pesan, terutama saat penyuluhan daring/online.
Menurut, Darussalam, hal Lainnya Sesi Interaktif online Lakukan sesi tanya jawab, live streaming, atau diskusi kelompok kecil melalui aplikasi konferensi via Zoom/Google Meet untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
“Untuk teknik penyampaian tau Gaya dan Metode dengan variasi metode jangan monoton dengan hanya ceramah dengan metode konvensional tetapi gunakan metode diskusi/dialog membuka ruang bagi audiens untuk bertanya dan berpendapat untuk kisah/Narasi Gunakan cerita religious sehari hari yang menginspirasi (storytelling) untuk menyampaikan pesan moral” terangnya.
“Simulasi/Studi Kasus Sajikan contoh nyata dan biarkan audiens menganalisisnya dari sudut pandang agama, Vocal dan bahasa tubuh Intonasi dan Nada Bicara Variasikan nada dan kecepatan bicara agar audiens tidak bosan. Kontak Mata Jaga kontak mata untuk membangun kedekatan dan kepercayaan” Tuturnya.
Lanjutnya, Bahasa Tubuh Terbuka Tunjukkan gestur yang santai, percaya diri, dan ramah Memahami Audiens Adaptasi dengan Analisis Demografi Bahasa yang tepat Pelajari siapa audiens Anda (usia, pendidikan, latar belakang sosial, suku, dll.) Gunakan bahasa yang akomodatif. Hindari istilah agama yang terlalu teknis/berat tanpa penjelasan. Untuk audiens muda, gunakan bahasa yang lebih santai dan relevan dengan tren mereka. Pendekatan Persuasif dan Informatif Selain Informative (memberi pengetahuan), gunakan teknik persuasif yang mengajak audiens untuk bertindak sesuai ajaran agama, serta teknik akomodatif terhadap kebudayaan lokal.
Fleksibilitas dan Moderasi Beragama Sikap Moderat Sampaikan Pesan dengan semangat moderasi beragama (toleransi, anti-kekerasan, akomodatif terhadap budaya lokal, dan komitmen kebangsaan). Ini sangat penting di masa kini.
Siap Berhadapan dengan Pertanyaan Sulit Latih diri untuk merespons pertanyaan yang kritis atau isu sensitif dengan bijak, tenang, dan berdasarkan sumber yang sahih, bukan emosi Poin penting Penyuluh agama masa kini harus bertransformasi dari sekadar “penceramah” menjadi “komunikator yang persuasif, fasilitator diskusi, dan pengguna media digital yang bijak” untuk dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat.
Semangat itu salah satu pemateri Plt. Kementerian Agama Kota Baubau Khairiyati Rahmah, S.H.I,.MH dan Ketua IPARI Irma Purnamasari, S.Sos.I., M.S.iKegiatan ini di hadiri oleh 31 orang penyuluh agama se-kota baubau diantaranya 29 orang penyuluh agama islam dan 2 orang penyuluh agama Kristen dan Hindu. (**)
Editor: Harry

