SPIONNEWS, BAUBAU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Monitor Lokasi Pembangunan Jalan Usaha Tani. Sorawolio, Sabtu, 13/12/2025.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan monitoring Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di 2 lokasi yakni Kel. Kaisabu Baru Kecamatan Sorawolio dan Kel. Kantalai Kecamatan Lea-Lea.Monitoring dilakukan oleh Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Plh. Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan, Pembantu PPK dan Analis Prasarana dan Sarana Pertanian.
Monitoring dilakukan untuk memantau progres dan kendala pelaksanaan pembangunan serta memitigasi risiko yang mungkin akan menghambat penyelesaian pekerjaan.
Dari monitoring tersebut diketahui bahwa pembangunan JUT di Kel. Kaisabu Baru perlu dilakukan penyesuaian teknis sementara di Kel. Kantalai kendala pembangunan JUT yang dihadapi terkait dengan air pasang dari persawahan jika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.
Namun demikian, diharapkan pekerjaan pembangunan JUT ini dapat diselesaikan tepat waktu.
Plt Kadis Pertanian Sitti Rahmah Saraswati menerangkan bahwa Pembanguan JUT ini sangat strategis untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan pertanian sehingga memudahkan masuk dan keluarnya input dan produksi pertanian.
"Dengan tersedianya prasarana jalan yang memadai maka usaha tani diharapkan akan semakin berkembang dimana produktivitas dan produksinya akan meningkat" ujarnya.
Katanya, Pembangunan JUT ini juga merupakan upaya untuk mendukung pencapaian prioritas nasional Swasembada Pangan yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya Ketahanan Pangan Daerah.
"Pekerjaan pembangunan JUT di Kel. Kaisabu Baru direncanakan dengan volume 380 meter" terangnya.
Lanjutnya, Pembangunan JUT ini akan melintasi lahan pertanian masyarakat yakni pada Kelompok Tani (Poktan) Matawatu dengan luas lahan terdampak : dekitar 40,75 ha. Pada Poktan ini komoditas yang diusahakan adalah Tanaman Pangan (Padi dan Jagung) dan Hortikultura.
"Sementara itu untuk JUT Kel. Lea-lea aka dibangun dengan volume 159 meter. Adapun penerima manfaat adalah Poktan Kamonu Kel. Kantalai Kec. Lea-lea, dengan luas lahan terdampak sekitar 13 ha. Komoditas yang diusahakan oleh Poktan Kamonu adalah padi Sawah" Imbuhnya.
Selain Pembanguan JUT, pada tahun 2025 ini juga dilakukan pembanguna Jaringan Irigasi di Tingkat Usaha Tani (JITUT) di Kel Ngkari-ngkari Kec. Bungi dengan panjang jaringan 60 meter yang pembangunannya saat ini juga sedang dilaksanakan. Penerima Manfaat pembanguan JITUT tersebut adalah pada Gapoktan Prima Dewi Sri dengan luas lahan terdampak sekitar. 42.7 Ha.
Pembanguan JITUT ini akan meningkatkan ketersediaan air untuk lahan padi sawah dan diharapkan akan mendukung g pertumbuhan yang optimal sehingga memicu peningkatan produksi. (**)
Editor : Harry

