Ketegangan ini mencuat ke publik melalui diskusi di Grup WhatsApp (WA) publik Desa Tritiro. Salah satu warga dengan tegas menyatakan kekhawatirannya akan mandeknya proses pembangunan jika salah satu poin kesepakatan tidak dipenuhi.
"Jadi ketika poin 3 (pengadaan lapangan baru) tidak kunjung ada titik terang, maka poin 1 (pembangunan Kopdes) akan terkendala kembali," tegas salah satu peserta grup.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Tritiro maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum memberikan respon resmi atau klarifikasi terkait status lahan pengganti tersebut.
Warga sebelumnya telah menyuarakan penolakan keras terhadap alih fungsi Lapangan Pabissuang yang telah direnovasi dengan anggaran ratusan juta rupiah pada tahun 2017-2018 demi proyek koperasi ini. Mereka menganggap tindakan pemerintah desa bersifat otoriter jika tidak melibatkan transparansi dalam perencanaan lahan pengganti.
Jika janji lapangan baru tersebut hanya menjadi "janji kosong", dikhawatirkan konflik sosial antara warga dan pemerintah desa akan semakin meruncing, tambah peserta Group lainnya.(AF)

Editor : Redaktur spionnews.id

