Survei Pasar Dampak UMKM Buton Selatan Dapur MBG Gerakan Ekonomi Kecil

SPIONNEWS, Batauga - Untuk bisa meningkatkan perekonomian masyarakat lokal di wilayah Kabupaten Buton Selatan UMKM yang ada di Buton Selatan harus didukung dengan berbagai program pemerintah termasuk di dalamnya program MBG dari Badan Gizi Nasional.

Tim survei pasar dari SPPG wilayah Kabupaten Buton Selatan melakukan survei harga barang pangan yang ada di wilayah Pasar Rakyat Bandar Batauga dan sekitarnya agar nantinya bisa dimanfaatkan oleh dapur dapur yang ada di wilayah kabupaten Buton Selatan khususnya di Kecamatan Batauga.

Ketika ditemui, Tim Survei Pasar SPPG Buton Selatan La Ode Ardian, Mengatakan "Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau yang disebut SPPG beroperasi di Kecamatan Batauga yang saat ini masih 2 dapur, pada dasarnya kami mengambil dari UMKM yang tersedia bahannya, di mana akan bekerjasama dengan dapur MBG" Ungkapnya.

Lanjutnya, setelah kami melakukan verifikasi dan mendata di lapangan bentuk bahan pangan seperti beras telur dan beberapa jenis lainnya setelah kami pantau di UMKM yang ada di Kecamatan Batauga, oleh karena tadi merupakan hari pasar di Pasar Rakyat Bandar Batauga, di sana kami bertemu langsung dengan pedagang yang menjual sayur-sayuran dan melihat lebih dekat harga pasarnya.

"Selain itu juga kami juga meninjau langsung petani sayur yang ada di Kelurahan Bandar Batauga dan ternyata mereka menggunakan pupuk organik, yang ini masuk merupakan standar gizi Nasional, namun karena permintaan barang yang harus banyak dari dapur maka UMKM ini harus dipetakan berdasarkan pasokan atau kesediaan barangnya" terangnya. Jum'at, 6/2/2026.

Ia menjelaskan, Alhamdulillah beberapa UMKM yang menyediakan bahan seperti beras telur dan buah kami melihat ada sebagian yang tidak mencukupi bahan yang dibutuhkan oleh dapur, sehingga kami coba untuk menyatukan barang tersebut dari beberapa UMKM agar stok yang dibutuhkan oleh dapur bisa terpenuhi.

"Seandainya koperasi merah putih dapat berjalan dengan baik kami akan melakukan Mitra dengan koperasi yang akan menjadi suplayer sebagai pemasok di dapur MBG" jelasnya.

"Dan semua yang kami lakukan hari ini merajuk pada juknis yang telah ditentukan oleh peraturan dan badan gizi nasional sehingga UMKM yang ada di wilayah tersebut bisa bergerak dan ekonomi masyarakat kecil bisa berjalan dengan baik" imbuhnya.

Katanya, dari beberapa UMKM terlihat pengambilan barang seperti telur itu cukup banyak hingga mencapai 90 rak per minggunya, untuk beras sendiri kami diarahkan untuk menggunakan beras premium 788, namun karena wilayah Batauga tidak ada lagi kami akan coba beberapa beras premium lainnya.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa mengoptimalkan pelayanan izin kepada masyarakat yang belum memiliki izin usaha bagi UMKM yang belum memiliki izin tersebut sehingga nantinya ketika melakukan kerjasama dengan dapur MBG bisa terpenuhi syarat dan ketentuannya" Himbaunya. (Ha).

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *