MBG Butuh Gapoktan Untuk Suplai Sayur Di Dapur

SPIONNEWS, Batauga – Badan Gizi Nasional wilayah koordinator Kabupaten Buton Selatan menggelar sosialisasi makanan gizi gratis terkait dengan keamanan pangan dan kecukupan gizi untuk penerimaan manfaat siswa dan ibu hamil serta anak-anak balita maupun anak-anak yang belum bersekolah.

Kegiatan ini dihadiri langsung camat batauga Lurah Majapahit, dan beberapa pejabat Lurah lainnya serta diundang pula kader-kader posyandu yang ikut mengawal program MBG bagi ibu hamil dan menyusui.

Kegiatan ini juga menghadiri tiga narasumber yaitu Dinas Kesehatan dalam bidang pelayanan gizi dan dampak terhadap stunting, di mana program makanan gizi gratis ini untuk meningkatkan mutu generasi baik dalam bidang kesehatan maupun dalam bidang kecukupan pertumbuhan.

Dalam Pemaparan materi dari Dinas Kesehatan Kabag Kesehatan Wa Ode Mahazura, S. ST., M. Kes menjelaskan, program makanan gizi gratis bagian daripada tindak lanjut tingginya angka stunting di Indonesia termasuk di dalamnya Kabupaten Buton Selatan Oleh sebab itu MBG bukan hanya sekedar makan atau makanan yang disajikan kepada penerima manfaat tetapi lebih melihat dari nilai gizi yang terkandung di dalamnya.

‘Saya juga telah melihat beberapa menu MBG yang mengandung kadar gizi yang kurang atau tidak cukup dan hal ini sudah kita koordinasikan dengan SPPG dan pengelola dapur agar menu yang disajikan bisa diubah dengan takaran menu Daerah seperti ubi-ubian dan jagung sehingga nilai gizi yang terkandung di dalamnya bisa cukup” ungkapnya, Selasa, 10/3/2026 di Aula Al Satri Batauga.

Ia menambahkan, makanan yang bergizi ketika dikonsumsi itu memiliki nilai yang cukup baik oleh karena itu makanan bergizi tidak boleh kadar atau kandungannya berlebih atau kurang karena akan menimbulkan penyakit di masa yang akan datang.

“Program MBG, menjadi bagian daripada tugas para kader Posyandu yang ada di tiap Kelurahan dan desa untuk bisa mengecek atau melihat secara langsung dampak yang telah diberikan oleh dapur MBG kepada penerima manfaat seperti ibu hamil dan anak-anak balita” Tegasnya.

Menurut, Wakil Korwil BGN Buton Selatan, mengungkapkan, dari awal operasinya dua dapur di kecamatan batauga setelah terhitung 194 beroperasi telah menyerap anggaran sebanyak 5 sampai 6 Miliar untuk pembelanjaan bahan baku, ketika anggaran tersebut bisa diserap oleh masyarakat lokal dengan berbagai gapotan yang dibutuhkan oleh dapur maka anggaran tersebut bisa lebih maksimal dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Buton Selatan.

“Dari program mbg sendiri berhasil menyerap tenaga relawan lebih dari 600 orang Dan ini menjadi salah satu nilai positif masuknya program MBG di Kabupaten Buton Selatan” Ujarnya dalam memberikan pandangan kepasa para undangan.

Katanya, Dapur makanan Gizi gratis selalu mengharapkan kepada masyarakat agar lebih giat melakukan Mitra dengan MBG, terutama dari gapotan yang ada di Kecamatan Batauga.

Ia mengakui bahwa pasukan pangan yang diserap oleh dapur mbg dengan masyarakat lokal terbilang cukup minim Hal inilah yang mendorong sehingga bahan pangan yang akan dikelola itu diambil dari luar Buton Selatan.

Ketika dikonfirmasi Plt. Camat Batauga La Basry mengungkapkan, terkait dengan program MBG kita harus bisa menemukan program tersebut dengan menghadirkan berbagai kebutuhan yang dibutuhkan oleh dapur mbg, di mana kelompok tani harus bisa menjadi salah satu penyuplai bahan pangan di dapur MBG.

” Saya berharap seperti yang telah dikemukakan oleh lurah Majapahit bahwa kelompok tani atau gapotan itu perlu didata kembali dan melibatkan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan dinas ketahanan pangan agar nantinya bisa berkolaborasi sehingga dapur MBG bisa mendapatkan suplai bahan pangan, Selain itu gapotan yang melibatkan masyarakat petani dan nelayan bisa masuk di dapur MBG” Ujarnya.

Kata Camat, berbicara terkait dengan makanan gizi gratis agar anak-anak kita bisa kuat dan cerdas juga sehat Oleh karena itu adanya MBG

“Untuk gapotan sendiri yang ada di Kecamatan Batauga hal itu sudah cukup lama maka perlu dibangkitkan kembali agar masyarakat yang berkaitan dengan gaputan bisa hidup dan mbg dapat menyuplai bahan pangan yang berkualitas” Jelasnya. (Ha).

Editor : Harry