SPIONNEWS, Dunia – Abad ke-9 di dataran tinggi Yaman dan Ethiopia. Siapa sangka minuman hitam pahit yang setiap pagi menyelamatkan nyawamu dari rasa ngantuk berat di kantor, awalnya diciptakan untuk tujuan spiritual tingkat tinggi?
Jauh sebelum kedai kopi modern menjamur dan jadi tempat nongkrong, biji ajaib ini pertama kali ditemukan oleh seorang penggembala kambing Arab bernama Kaldi. Suatu hari, dia panik melihat kambing-kambing peliharaannya mendadak hiperaktif, menari, dan melompat-lompat liar sampai tengah malam setelah mengunyah sejenis buah beri merah misterius dari sebuah semak belukar.
Penemuan aneh ini akhirnya sampai ke telinga para ulama sufi di Yaman. Pada masa itu, para sufi sering mengalami kelelahan dan kesulitan menahan kantuk saat melakukan ibadah salat malam (Tahajjud) dan zikir panjang yang menguras fisik. Penasaran dengan efek beri tersebut, mereka memutuskan untuk bereksperimen.
Mereka memetik buah itu, memanggang bijinya sampai hangus, menumbuknya, lalu merebusnya menjadi cairan hitam legam yang rasanya sangat pekat dan pahit.
Hasil eksperimen gila itu sungguh di luar dugaan! Ramuan hitam tersebut sukses membuat sistem saraf mereka melek total. Minuman ini kemudian diberi nama “Qahwah”, sebuah istilah bahasa Arab kuno yang berarti minuman yang menghilangkan nafsu makan dan mencegah tidur.
Para kaum sufi menjadikan minuman pekat ini sebagai “doping” rahasia yang sah agar mereka bisa kuat berdiri beribadah semalaman suntuk tanpa dihantui rasa kantuk sedikit pun.
Dari bilik-bilik masjid yang sunyi di Yaman, ramuan penahan ngantuk ini menyebar ke kota suci Mekkah, lalu dibawa oleh jutaan jamaah haji ke seluruh penjuru Kekaisaran Ottoman. Berabad-abad kemudian, resep ajaib ini diselundupkan oleh pedagang Eropa dan akhirnya mengubah sejarah dunia menjadi industri bernilai triliunan rupiah.
Jadi, setiap kali kamu menyeruput secangkir kopi hitam saat pusing dikejar tenggat waktu kerjaan, kamu sebenarnya sedang meminum resep kuno berusia lebih dari seribu tahun yang awalnya diracik khusus untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.(***)

