Bupati Prihatin Sikap Wakil Bupati Di Bulan Ramadhan, Ajudan Hanya Menjalankan Tugas

SPIONNEWS, Batauga – Kejadian yang terjadi di rumah jabatan Bupati Buton Selatan yang belum lama ini viral di media sosial di mana Bupati Buton Selatan yang sedang berada di luar kota menerima kabar bahwa wakil bupati Buton Selatan datang ke rumah jabatannya untuk meminta kendaraan dinas yang telah dikembalikan beberapa bulan lalu di tahun 2025.

Di mana dalam video tersebut terlihat salah satu ajudan bupati dan Selatan mencoba untuk mengamankan rumah jabatan yang didatangi wakil bupati Buton Selatan bersama dengan rombongannya.

Ketika dikonfirmasi Ajudan Bupati La Ode Zahaludin Didi menjelaskan, kejadian kemarin, bermula ketika saya menerima perintah dari Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios melalui sambungan telepon bupati meminta saya untuk segera datang ke rumah jabatan untuk melakukan pengamanan situasi menyusul Wakil Bupati beserta rombongan datang Ke Rujab.

“Didi ke Rujab sekarang ini emergency karena Wakil butpati bersama rombongan mengambil paksa mobil yang ada di Rujab” Kata Bupati kepada saya, lewat telpon, karena saat itu saya sedang lepas tugas, dan selepas itu saya bergegas menuju Rujab ” ungkapnya.

Lanjutnya, pada saat kejadian buka bupati sedang berada di luar kota di Kendari, yang sayang mendengar melalui telepon dari Satpol PP yang berjaga di rujab, sebelumnya sudah datang juga, namun saat itu yang datang supir Wakil Bupati, dan diduga di dalam mobil tersebut ada Wakil Bupati.

“Waktu datang kedua kalinya wakil bupati sudah bersama rombongan menuju rumah jabatan Bupati dan saat itu saya berada di jalan menuju ke Rujab, dan saat itu saya Setibanya di rujab saya bertanya kepada yang jaga di mana posisi pak wakil, karena saya diperintahkan untuk amankan rujab, Dan saat saya tiba di tempat kejadian Saya melihat Satpol PP bersama wakil bupati sedang adu argumen” Jelasnya.

Dan menurut ajudan tersebut, berdasarkan aturan berubah jabatan yang memiliki protokoler, bila ingin bertemu dengan Bupati harus ada Bupati di tempat, dan saat itu saya menganggap bahwa Pak wakil bupati ini, seharusnya ke kantor bupati, karena Bupati tidak ada di tempat” Ucapnya.

Terkait dengan lintas koordinasi antara wakil bupati bersama dengan Bupati Buton Selatan untuk pengambilan mobil menurut ajudan dirinya tidak begitu mengetahui, namun saat itu dirinya diperintahkan untuk mengamankan situasi di rumah jabatan.

” saya juga telah berbicara dengan sopan meminta kepada wakil bupati untuk bisa melakukan koordinasi kepada Pak Bupati Ketika pulang nantinya, jangankan datang mengambil mobil seharusnya kami bisa mengantar kan mobil ke tempat bapak bila ada perintah oleh Bupati” Imbuhnya.

Kata Didi, Situasi saat itu wakil bupati memaksa untuk mengambil mobil, dan saya juga telah menyampaikan bahwa hal itu tidak bisa karena saya diperintahkan Bupati tidak bisa mengeluarkan mobil tanpa persetujuan dari Bupati.

“Berdasarkan arahan Bapak Bupati saat itu jangan dulu dikeluarkan mobil karena dirinya masih berada di luar kota” Jelasnya, saat menerima perintah dari Bupati Buton Selatan.

Dari sisi lain, ketika salah satu media mengkonfirmasi kejadian tersebut, Bupati Buton Selatan menjelaskan, aksi tersebut tak patut dilakukan apalagi saat ini merupakan momen bulan Ramadan.

Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas sikap Wakil Bupati Buton Selatan (Wabup Busel) tersebut.

Adios, menegaskan bahwa persoalan mobil dinas tersebut sebenarnya bukan masalah besar jika dibicarakan dengan kepala dingin.

​”Saya sangat sesalkan insiden ini. Masalah mobil itu, dia sendiri yang menyerahkannya kepada saya beberapa bulan lalu. Padahal dulu sudah saya minta untuk diambil kembali, tapi tidak ada reaksi,” ujarnya, Rabu malam.

Ungkap ​Adios juga menyayangkan aksi anarkis berupa penendangan pintu rujab dan tuduhan tidak berdasar yang dilontarkan La Ode Risawal kepada dirinya.

​”Dia masuk ke rujab bawa rombongan tanpa izin. Dia juga bilang saya pembohong, padahal hubungan kami selama ini baik, bahkan saat HUT Busel kemarin kita sama-sama,” jelasnya.

​Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, belum memberikan pernyataan resmi.

Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp belum mendapatkan balasan terkait motif di balik aksi emosionalnya tersebut.

Telepon yang dilayangkan juga tak kunjung direspons. (**)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *