SPIONNEWS.ID, MALUKU – Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, menegaskan bahwa kehadiran listrik melalui PLTS Terpadu di Desa Ujir adalah langkah awal yang penting, namun belum saatnya dinilai dari sisi dampak ekonomi secara instan.

Ia menyebut, proyek yang baru berjalan sejak awal Februari 2026 itu masih dalam tahap uji coba, sehingga wajar jika manfaatnya baru terasa pada aspek dasar seperti penerangan.
Menurutnya, pendekatan yang realistis perlu dikedepankan agar masyarakat tidak terjebak pada ekspektasi berlebihan. “Ini baru mulai. Yang penting sistemnya dulu stabil, masyarakat terbiasa, baru kita bicara pengembangan ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti bahwa pembangunan di wilayah kepulauan seperti Aru tidak bisa disamakan dengan daerah perkotaan. Infrastruktur dasar seperti listrik harus melalui fase adaptasi sebelum benar-benar menjadi penggerak ekonomi. Dalam konteks ini, keberhasilan tahap awal justru diukur dari keberlanjutan layanan, bukan lonjakan aktivitas ekonomi. (EB)

