MUSCAB PDI-P, Kader diajak Gerakan Akar Rumput Untuk Basis Suara

SPIONNEWS, Batauga - Pembaharuan dan kaderisasi yang dilaksanakan oleh partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau biasa disebut sebagai partai politik PDI Perjuangan melakukan musyawarah cabang dan pendidikan politik untuk kader PDIP pada tingkat cabang dan ranting.

Kegiatan ini untuk mempererat dan memperkuat gerakan akar rumput dari masyarakat karena PDIP dalam menghadapi pemilu di tahun 2029 akan melakukan lintas koordinasi pada masyarakat kecil.

Pada Sambutan Ketua DPC Partai PDI-P Karlina Sukarman menjelaskan, agenda musyawarah anak cabang dari pendidikan politik, Muscab ini bukan hanya sekedar agenda tapi sebagai momentum konsolidasi besar wadah untuk menyatukan misi serta mesin penggerak untuk evaluasi sekaligus merancang strategi percaleg kita ke depan.

"Memperkuat akar rumput karena kekuatan utama Perjuangan PDIP bukan barisan menengah ke atas melainkan, melainkan Barisan di bawah di tangan bapak ibu, saudara-saudaraku yang bersentuhan langsung dengan rakyat" Kata Karlina. Selasa, 19/5/2026. Aula Gedung Lamaindo.

Menurutnya, sesuai dengan arahan dari ketua umum Megawati Soekarnoputri, kita adalah partai yang menangis dan susah dan tertawa bersama rakyat, oleh karena itu struktur kepengurusan yang akan terbentuk di hari ini melalui muscab ini harus diisi oleh kader-kader yang memiliki militansi tinggi berintegritas, dan Siap bekerja keras untuk rakyat tanpa pamrih, Demi kesejahteraan wong cilik.

"Yang perlu kita ketahui partai PDIP Perjuangan adalah partai penyeimbang, Dengan hadirnya Bupati Buton Selatan membuktikan bahwa hari ini kita sangat baik dengan pemerintah, tapi perlu diketahui PDIP Perjuangan sebagai partai penyeimbang, Jika pemerintah tidak Pro dengan rakyat maka PDIP akan hadir di tengah-tengah masyarakat memberikan solusi untuk pemerintah agar bagaimana membangun daerah mensejahterakan rakyat" Tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Buton Selatan yang hadir sebagai tamu utama dan pembina politik yang ada di Kabupaten Buton Selatan diberikan kesempatan untuk bisa menjadi tokoh tamu penting dalam kegiatan muscab tersebut.

Pada Sambutan Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios menyebutkan, tetap ada kedamaian jangan ada perbedaan di antara kita, buat saya kita harus tetap semangat ingat Bung Karno yang dulu berapi-api berkoar-koar hanya untuk memberikan semangat pada masyarakatnya.

"Pejabat dulu itu tinggi perjuangan,pejabat kita dulu, merebut kemerdekaan dari tangan Belanda beda dengan sekarang, pemimpin terdahulu masuk penjara dulu baru memimpin, Bung Karno masuk penjara di Ende, Bung Hatta dibuang ke Banda Naira, begitu perjuangan selesai, mereka menjadi Presiden Republik Indonesia yang pertama" ujarnya.

Tapi sekarang terbalik begitu menjadi pejabat terakhir masuk penjara, kata Adios, karena para pahlawan kita dulu Iya selalu mementingkan kepentingan arus bawah masa masyarakat umum, sifat gotong royong melekat yang hari ini, ada di dalam tubuh PDI Perjuangan.

" Ibu Mega yang begitu hebat ia menjadi presiden, bermacam ragam tantangan , tapi ia hadapi dengan iman kepada Allah Alhamdulillah, dia adalah satu-satunya Putri bangsa Indonesia terbaik" ungkapnya.

Saat ini gotong royong dan wong cilik melekat pada partai PDIP, apa lagi yang perlu kita ragukan, PDIP Perjuangan partai wong cilik.

Dalam acara yang istimewa tersebut ikut hadir beberapa pengurus dari tingkat provinsi dan beberapa anggota DPRD provinsi Sulawesi Tenggara yang duduk melalui partai PDIP. Selain itu juga 7 anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan yang berhasil berada di DPR melalui partai PDIP hadir bersama dengan para pengurus Tingkat Ranting se-Kabupaten Buton Selatan. (**)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *