Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Selatan, Kepala BPJS Cabang Kota Baubau, Kepala Unit BPJS Buton Selatan, Kepala Puskesmas Se Kabupaten Buton Selatan.
Ketika Dikonfirmasi Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. La Ode Achmad menuturkan, untuk melihat rekapan data dari tahun lalu 2025 hingga saat ini, kita coba untuk mengambil indikator penilaian capaian dari masing-masing Puskesmas sampai memasuki April 2026, ada yang telah mencapai pada tingkat hijau, dan untuk puskesmas yang belum mencapai indikator masih ada enam puskesmas dari 14 puskesmas yang ada di Kabupaten Buton Selatan.
"Untuk yang lainnya sudah mencapai angka indikator di atas 140 Pasien oleh puskesmas setiap Bulannya yang telah melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat" Ujarnya. Selasa, 19/5/2026 di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, Hal ini dilakukan berdasarkan hitungan rasio, dari BPJS dan Kementerian Kesehatan. Dan memang masih banyak PR yang harus kita selesaikan, terhadap rasio pelayanan kesehatan antara jumlah dokter yang ada di Puskesmas dengan jumlah masyarakat yang menjadi target pelayanan kesehatan.
"Kita sudah upayakan untuk diusulkan dan menganggarkan kebutuhan tersebut, kita mendukung proses pelayanan kesehatan yang ada di faskes primer, dan dan kita upayakan kendala-kendala tersebut dapat teratasi. Kami kemarin telah melakukan duduk bersama dengan BPJS sebagai Mitra, bersama dengan kepala Puskesmas dan dokter gigi dan dokter umum , untuk melihat Bagaimana proses kerjanya sehingga bisa pencapaian indikator yang disampaikan oleh Kementerian Kesehatan dan ditelaah oleh BPJS" Imbuhnya.
Di mana antara data pelayanan yang ada di dokter dapat terealisasi setara dengan penginputan yang dilakukan oleh teknisi medis dan terlapor oleh Kepala Puskesmas harus sesuai sehingga tidak ada terjadinya miss data yang ada di puskesmas.
Kata Dokter Achmad, Dan alhamdulillah kami telah melakukan memonotering evaluasi pada bulan 5 ini, kita bisa meminamilisir, Sehingga upaya-upaya dalam memperbaiki dalam indikator pencapaian.
"Kami semua berharap untuk mencapai kepenuhan unsur dan kriteria yang telah dipatok oleh Kementerian Kesehatan itu bisa kita capai, dan alhamdulillah Mitra BPJS yang ada di Kabupaten Buton Selatan, Alhamdulillah memberikan respon yang baik sehingga upaya dalam perbaikan, dan upaya pemenuhan indikator bisa tercipta secara bersama-sama" bebernya, pada wartawan media ini.
Menurutnya, Memang ada Beberapa puskesmas yang agak berat seperti Puskesmas Gajah Mada, di mana berdasarkan data dari peserta yang terdaftar, 1612, dikarenakan masih Satu kecamatan dengan batauga, sedangkan peserta yang terdapat di Puskesmas Batauga sebanyak 15830, kita berharap data pelayanan bisa sesuai, sehingga yang menjadi lingkup pelayanan Puskesmas Gajah Mada, bisa terlayani di sana.
Kata Kepala Dinas, Untuk saat ini kita belum mengetahui secara spesifik terkait dengan pelayanan kesehatan di sana, dan telah diupayakan secara maksimal, namun mungkin terkendala kepada masyarakat yang dalam menggunakan teknologi mobile JKN, yang agak sulit memindahkan data-data tersebut.
"Sehingga masyarakat yang ada di wilayah lingkup Puskesmas Gajah Mada Bisa berobat di Puskesmas terdekat daripada Puskesmas Batauga, sehingga apa yang ada di puskesmas Batauga, sama dengan yang ada di Puskesmas Gajah Mada" Jelasnya.
Terkait dengan data ketidakaktifan JKN, Ungkap Kadis, yang diterima oleh dinas kesehatan hal ini, banyak menyita energi, karena data yang diberikan dari Kementerian Sosial ini, banyak menyita energi, karena Dinas Kesehatan hanya menerima data, namun ketika kita melakukan pelayanan, Harusnya kita tidak lagi dibenturkan oleh masyarakat yang ketidakaktifan BPJS kesehatannya.
"Karena data tersebut bukan bersumber dari dinas kesehatan ataupun dari BPJS karena semua didorong oleh Kementerian Sosial, sehingga data yang ada mulai berubah dengan berbagai aspek seperti meninggal atau peningkatan ekonomi meningkat atau sejenisnya. Namun hal ini menjadi tantangan bersama untuk sama-sama bisa diselesaikan, karena berhubungan langsung dengan pelayanan, sehingga kita bisa melakukan pelayanan kesehatan dengan baik "Terangnya. (Ha)
Editor : Harry
