GORAN Desak Pemuda Tolak Reformasi Jilid 2 : Persatuan Bangsa Harus Jadi Prioritas

JAKARTA, SPIONNEWS.ID – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Organisasi Anak Nusantara (GOAN), Martho Zaini Warat, menyampaikan himbauan sekaligus penolakan tegas terhadap wacana dan gerakan yang mengatasnamakan “Reformasi Jilid 2”. Menurutnya, seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, perlu mengedepankan persatuan nasional serta tidak mudah terprovokasi oleh gerakan yang berpotensi memicu perpecahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Martho Zaini Warat di Jakarta, Selasa (9/6/2026), sebagai respons terhadap berkembangnya berbagai narasi di ruang publik yang menyerukan perubahan melalui gerakan yang diklaim sebagai Reformasi Jilid 2.

Menurutnya, sejarah bangsa Indonesia telah memberikan pelajaran penting bahwa konflik dan perpecahan internal sering kali menjadi pintu masuk bagi berbagai kepentingan eksternal yang dapat mengganggu stabilitas dan kedaulatan negara.“Saya dengan tegas menolak gagasan dan gerakan yang mengatasnamakan Reformasi Jilid 2. Sejarah kebangsaan telah membuktikan bahwa perpecahan dalam negeri selalu menjadi celah bagi kepentingan asing untuk masuk dan mengganggu kedaulatan bangsa,” tegas Martho.

Ia menilai, saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan global yang membutuhkan soliditas nasional. Karena itu, seluruh komponen masyarakat diharapkan mampu menjaga persatuan dan tidak terjebak dalam agenda yang berpotensi menimbulkan instabilitas politik maupun sosial.“Indonesia saat ini berada dalam perhatian dunia internasional. Jika kita masih memiliki rasa cinta tanah air, maka pilihan terbaik adalah bersatu, bukan berpecah belah. Jangan sampai kita menari mengikuti gendang dan irama asing yang tujuannya hanya ingin melemahkan persatuan kita demi kepentingan pihak luar,” ujarnya.

Martho juga mengingatkan bahwa setiap aspirasi maupun kritik terhadap penyelenggaraan negara merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi. Namun demikian, penyampaiannya harus dilakukan melalui mekanisme konstitusional yang tetap menjaga ketertiban umum dan keutuhan bangsa.

Lanjutnya, bangsa Indonesia telah memiliki ruang demokrasi yang cukup untuk menyampaikan pendapat, mengawasi jalannya pemerintahan, serta mendorong perubahan melalui jalur hukum dan konstitusi.“Perbaikan bangsa dapat dilakukan melalui jalur konstitusional, dialog, dan musyawarah. Perubahan yang baik dibangun di atas persatuan, bukan di atas puing-puing perpecahan,” katanya.

Lebih jauh, ia mengajak generasi muda untuk mengambil peran sebagai penjaga persatuan nasional di tengah derasnya arus informasi dan berbagai narasi yang berkembang di media sosial. Pemuda, kata dia, harus menjadi kekuatan pemersatu yang mampu menjaga semangat kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila.

Di akhir pernyataannya, Martho menegaskan bahwa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun golongan.“Mari kita saling mengingatkan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini. Keutuhan NKRI adalah amanat konstitusi dan warisan berharga yang harus dijaga bersama demi masa depan Indonesia,” pungkasnya.

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *