Wisuda tahfidz merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan santri mencapai target hafalan Al-Qur'an sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalan, murojaah (pengulangan hafalan), dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan wisuda ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Lembaga Tahfidz Pondok Pesantren Al-Ikhlas Nomor: 01/B/PP-AL-IKHLASBUTON/VII/2026 yang ditandatangani Kepala Lembaga Tahfidz, Yusri Bahtiar, S.Pd. Penetapan tersebut didasarkan pada hasil rapat dewan guru, pimpinan pondok, dan pengurus yayasan yang dilaksanakan pada Rabu (1/7/2026).
Dalam surat keputusan tersebut dijelaskan bahwa penetapan wisudawan bertujuan memberikan apresiasi dan motivasi kepada santri dan santriwati yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur'an sesuai target yang ditetapkan lembaga tahfidz.
Berdasarkan lampiran surat keputusan, capaian hafalan tertinggi untuk santri putra diraih Syarif Hidayatullah yang berhasil menuntaskan hafalan 4 juz dengan predikat Mumtaz. Sementara itu, dari kelompok santriwati, Rabiya menjadi wisudawati dengan capaian tertinggi setelah menyelesaikan hafalan 5 juz dan memperoleh predikat Mumtaz.
Selain kedua nama tersebut, sejumlah santri lainnya juga berhasil menyelesaikan target hafalan, di antaranya Abdil Rasyid dan Rasya Fauzi dengan hafalan 1 juz, Ahlik Maldika dan Muhammad Rasyidin Putra masing-masing 2 juz, Mansurya 3 juz, Zaskia La Dampe 1 juz, serta Zahwa Nur Waqiah yang menuntaskan hafalan 4 juz.
Dalam prosesi wisuda, para santri memperoleh predikat Jayyid, Jayyid Jiddan, dan Mumtaz berdasarkan hasil penilaian capaian hafalan serta kualitas bacaan dan setoran Al-Qur'an yang telah melalui proses evaluasi oleh tim penguji Lembaga Tahfidz.
Wisuda Tahfidz Perdana ini menjadi tonggak pengembangan program tahfidz di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Pasarwajo. Melalui program tersebut, pesantren berharap dapat terus mencetak generasi Qur'ani yang memiliki hafalan Al-Qur'an yang kuat, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an di lingkungan keluarga maupun masyarakat. (**)
Editor : Harry

