
TIMIKA, Spionnews.id – Langkah strategis yang berfokus pada keterbukaan kolaborasi terus dibangun oleh CV Seafood Sejahtera Papua (SSP) demi mengoptimalkan pemanfaatan potensi perikanan di wilayah pesisir Papua Tengah. Pihak manajemen CV SSP kembali menggelar pertemuan kedua bersama masyarakat Desa Otakwa, Distrik Mimika Timur Jauh, Kabupaten Mimika. Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi perusahaan agar salah satu misi utamanya dapat diaplikasikan secara efisien dan tepat sasaran di kawasan perairan Laut Arafura, khususnya yang masuk dalam wilayah perairan Desa Otakwa.
Misi Keterbukaan untuk Eksploitasi Optimal
Dalam pertemuan kedua tersebut, CV SSP secara khusus menitikberatkan misinya pada aspek kebaikan bersama yang berlandaskan keterbukaan dari masyarakat dan nelayan lokal Desa Otakwa. Perusahaan berharap adanya transparansi dan penerimaan penuh dari warga setempat, sehingga para nelayan binaan di bawah naungan CV SSP dapat melakukan aktivitas eksploitasi dan pengelolaan potensi Laut Arafura secara maksimal. Keterbukaan ini dinilai sebagai kunci utama agar operasional penangkapan komoditas laut unggulan di perairan Otakwa dapat berjalan lancar, produktif, dan mencapai target efisiensi yang diharapkan oleh perusahaan.
Perwakilan manajemen CV SSP, Bapak Roni Wamang, memberikan penjelasan langsung di hadapan warga untuk meluruskan wacana pengelolaan ini."Kehadiran CV SSP di sini bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai mitra yang membuka pintu selebar-lebarnya bagi keterbukaan. Kami meluruskan secara jujur bahwa eksploitasi yang dimaksud adalah pemanfaatan potensi laut secara optimal, terukur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan bersama, bukan pengurasan sepihak. Melalui program nelayan binaan, kami menjamin keterbukaan manajemen, penghormatan penuh terhadap wilayah tangkap tradisional adat, serta ruang komunikasi dua arah yang selalu terbuka untuk mendengar masukan masyarakat. Dengan keterbukaan kami dan penerimaan warga, kita bisa maju bersama tanpa adanya konflik," ujar Roni Wamang. (28/08/2026).
Berjalan Beriringan Tanpa Hambatan Eksistensi
Poin strategis yang juga disepakati dalam musyawarah ini adalah jaminan keberlangsungan aktivitas bagi kedua belah pihak. CV SSP memastikan bahwa eksploitasi optimal oleh nelayan binaan perusahaan akan dirancang sedemikian rupa agar dapat berjalan berdampingan tanpa menimbulkan hambatan terhadap eksistensi masyarakat maupun nelayan pesisir Desa Otakwa itu sendiri. Melalui pendekatan ini, aktivitas ekonomi skala industri yang dibawa oleh CV SSP dan kegiatan ekonomi tradisional milik nelayan lokal diharapkan tidak saling berbenturan, melainkan saling mendukung di ruang perairan yang sama.
Mendengar pemaparan tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Otakwa tampil memberikan respons positif sebagai perwakilan dari pemerintah kampung dan masyarakat setempat:
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi niat jujur serta keterbukaan yang disampaikan oleh pihak CV SSP melalui Bapak Roni Wamang. Selama ini, nelayan tradisional kami sering terkendala masalah modal, fasilitas tangkap, dan akses pasar yang pasti. Dengan adanya komitmen transparansi dan jaminan bahwa wilayah tangkap adat kami tidak akan diganggu, pemerintah desa siap mengawal dan mendukung penuh kehadiran perusahaan. Kami berharap kemitraan dengan nelayan binaan ini benar-benar menjadi berkah yang mengangkat ekonomi keluarga di Desa Otakwa," ungkap Sekdes Otakwa.

Membangun Sinergi Berkelanjutan
Dengan tercapainya kesepahaman pada pertemuan kedua ini, CV SSP optimis rantai pasok dan pasokan bahan baku perikanan menuju fasilitas pusat di Pelabuhan Pomako akan semakin stabil. Kerja sama yang bersih dari hambatan sosial di lapangan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi roda perekonomian wilayah Mimika Timur Jauh.
Saat ini, hasil kesepakatan dari pertemuan kedua tersebut sedang dituangkan ke dalam komitmen bersama antara manajemen CV SSP, para tokoh adat, pemerintah kampung, serta masyarakat nelayan Desa Otakwa demi mewujudkan operasional laut yang aman, terbuka, dan saling menguntungkan.
Pewarta: Alfin Hidayat

