“SEKDA BUTON SELATAN: SERTIFIKASI TENAGA KERJA KONSTRUKSI KUNCI PEMBANGUNAN BERKUALITAS DAN MANDIRI”
BATAUGA, BUTON SELATAN — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi melalui kegiatan uji sertifikasi tenaga kerja konstruksi yang diselenggarakan bekerja sama dengan Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Makassar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buton Selatan La Ode Harwanto, mewakili Bupati Buton Selatan. Turut hadir Kepala Dinas PUPR dan Perumahan Rakyat, Lurah Lakambau, serta para peserta sertifikasi dari berbagai wilayah di Buton Selatan.
Dalam sambutannya, Sekda La Ode Harwanto menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja konstruksi yang kompeten, profesional, dan disiplin adalah syarat mutlak demi pembangunan yang berkualitas.
“Sertifikasi bukan hanya sekadar pemenuhan persyaratan administrasi. Jauh lebih penting adalah bagaimana kita memang ahli dan profesional di bidang ini. Sertifikasi merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi sekaligus instrumen untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, keselamatan, dan profesionalisme tenaga kerja konstruksi,” ujar Sekda La Ode Harwanto.
Kegiatan sertifikasi dilaksanakan selama dua hari, mencakup teori dan praktik di lapangan satu hari teori dan satu hari praktik langsung di lokasi kerja.
Sekda menekankan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kualitas SDM, termasuk tenaga kerja konstruksi, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton tetapi pelaku utama pembangunan di daerah sendiri.
“Tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi akan memiliki peluang lebih besar berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan konstruksi, baik di dalam maupun di luar daerah. Peningkatan kompetensi ini diharapkan berdampak positif terhadap kesempatan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sekda juga menyampaikan evaluasi jujur dari pelaksanaan pekerjaan sebelumnya, termasuk proyek di Teluk Lande tahun 2025, yang menemui kendala terkait ketersediaan dan kedisiplinan tenaga kerja lokal.
“Kita sering melihat pihak ketiga mendatangkan tenaga kerja dari luar. Kenapa? Karena tenaga dari luar tinggal di lokasi, bekerja tepat waktu, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai target. Sementara kebiasaan kita datang terlambat, pulang lebih cepat. Apalagi kalau ada pesta kampung atau acara adat, pekerjaan bisa terhenti berhari-hari padahal target belum tercapai. Ini yang harus kita benahi bersama,” ungkap Sekda.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk memperjuangkan agar tenaga kerja lokal mendapat prioritas, termasuk pada pekerjaan konstruksi yang lebih besar dan membutuhkan keahlian khusus. Namun, prioritas ini harus diimbangi dengan peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme.
“Pembangunan yang baik bukan hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang berdiri, tetapi seberapa baik kualitas pekerjaannya, seberapa aman pelaksanaannya, dan seberapa bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Sekda.Di Gedung Lamaindo, Kamis, 3/9/2026.
Kepada seluruh peserta, Sekda berpesan agar mengikuti uji sertifikasi dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh kedisiplinan. Kepada para pemangku kepentingan dan asesor, disampaikan apresiasi atas komitmen memastikan proses berjalan objektif, transparan, dan sesuai standar kompetensi yang berlaku.
Hasil sertifikasi ini akan menjadi basis data tenaga kerja konstruksi bersertifikat milik Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, yang nantinya akan diprioritaskan dalam pelibatan berbagai proyek pembangunan daerah. Diharapkan dengan adanya standar kompetensi yang jelas, kualitas infrastruktur di Buton Selatan semakin meningkat dan tenaga kerja lokal semakin mandiri dan sejahtera. (Ha)
Editor: Harry

