DOBO, SPIONNEWS.ID – Pembangunan PLTS Terpadu Wilayah 4 di Kabupaten Kepulauan Aru menghadapi ketertinggalan progres pada tiga lokasi desa.
Hingga Minggu ke-10 atau periode 14–20 September 2026, progres keseluruhan proyek tercatat 31,85 persen, sementara target yang ditetapkan berada pada angka 37,71 persen
Data Diskominfo Kabupaten Kepulauan Aru menunjukkan Desa Warabal memiliki deviasi -9,73 persen, dengan realisasi 28,35 persen dari rencana 38,08 persen.
Desa Lola memiliki deviasi terbesar, yakni -11,07 persen. Realisasi pembangunan di desa tersebut baru mencapai 26,40 persen dari rencana 37,47 persen.

Sementara Desa Karawai mencatat realisasi 26,86 persen dari target 37,26 persen atau mengalami deviasi -10,40 persen.
Berbeda dengan tiga desa tersebut, pembangunan di Desa Warialau dan Jambu Air relatif mendekati target. Warialau mencatat deviasi -0,89 persen, sedangkan Jambu Air -0,94 persen.
Keterlambatan di tiga lokasi tersebut disebut berkaitan dengan pekerjaan sipil power house dan pengiriman material. Pihak KSO pelaksana menyatakan akan melakukan percepatan untuk mengejar ketertinggalan.
Editor : EB

