DOBO, SPIONNEWS.ID – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 4 di Kabupaten Kepulauan Aru hingga Minggu ke-10 periode 14–20 September 2026 telah mencapai progres 31,85 persen.
Berdasarkan siaran pers Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kepulauan Aru tertanggal 22 September 2026, capaian tersebut masih berada di bawah target rencana sebesar 37,71 persen, dengan deviasi -5,85 persen.

Proyek yang dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT. Gerbang Multindo Nusantara – PT. Graha Fatta tersebut mencakup lima desa, yakni Warialau, Jambu Air, Warabal, Lola dan Karawai.
Dari lima lokasi tersebut, progres tertinggi tercatat di Desa Warialau sebesar 36,99 persen, disusul Jambu Air 36,69 persen.
Sementara itu, tiga desa masih mengalami keterlambatan. Desa Warabal mencapai 28,35 persen, Lola 26,40 persen, dan Karawai 26,86 persen.
Siaran pers menyebut keterlambatan terutama terjadi pada pekerjaan sipil power house serta pengiriman material ke lokasi. Pihak KSO menyatakan akan melakukan percepatan pekerjaan pada minggu berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru melalui Diskominfo menyampaikan perkembangan proyek tersebut sebagai bagian dari pemantauan pembangunan infrastruktur energi terbarukan di wilayah kepulauan.
Editor : EB

