KABAG EKONOMI WA ODE ASRINA AZIZAH TASRIF: KOMODITAS HORTIKULTURA MENOPANG PEREKONOMIAN MASYARAKAT BUTON SELATAN

SPIONNEWS, BUTON SELATAN, — Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Buton Selatan, Wa Ode Asrina Azizah Tasrif, memaparkan data lengkap perkembangan komoditas hortikultura meliputi cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, tomat, dan bawang merah yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Siompu, Siompu Barat, Batauga, Sampolawa, dan Lapandewa. Data ini disampaikan berdasarkan catatan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Buton Selatan.

“Sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura, memiliki peran yang sangat strategis bagi kesejahteraan rumah tangga masyarakat kita di wilayah kepulauan. Data ini menunjukkan potensi besar yang harus kita dukung dan kembangkan bersama agar manfaatnya semakin dirasakan langsung oleh petani,” ujar Azizah.

🌶️ A. Cabai Rawit, Wilayah: Batauga, Sampolawa, dan Lapandewa, Periode Hasil Panen Rentang Harga / kg
Triwulan I 298,27 Kwintal Rp 31.000 – Rp 35.500
Triwulan II 371,71 Kwintal Rp 25.000 – Rp 35.500
Triwulan III 339,30 Kwintal Rp 50.000 – Rp 65.000

“Terjadi peningkatan yang signifikan pada triwulan kedua, meskipun pada triwulan ketiga tercatat sedikit penurunan volume. Namun yang menarik, harga cabai rawit pada triwulan ketiga justru naik signifikan mencapai Rp 65.000/kg. Hal ini perlu kita kaji lebih dalam agar produksi dapat terus stabil dan meningkat ke depannya,” jelasnya.

🌶️ B. Cabai Besar, Wilayah: Siompu dan Sampolawa, Periode Hasil Panen Rentang Harga / kg
Triwulan I 5 Kwintal Rp 35.000 – Rp 50.000
Triwulan II 15 Kwintal Rp 35.000 – Rp 50.000
Triwulan III 10 Kwintal Rp 25.000 – Rp 75.000

🌶️ C. Cabai Keriting, Wilayah: Kecamatan Batauga, Periode Hasil Panen Rentang Harga / kg
Triwulan I 23,30 Kwintal Rp 25.000 – Rp 40.000
Triwulan II 21,16 Kwintal Rp 20.000 – Rp 40.000
Triwulan III 1,80 Kwintal Rp 45.000 – Rp 55.000

🍅 D. Tomat, Wilayah: Sampolawa, Lapandewa, dan Batauga, Periode Hasil Panen Rentang Harga / kg
Triwulan I 624,96 Kwintal Rp 9.000 – Rp 12.500
Triwulan II 700,29 Kwintal Rp 20.000 – Rp 25.000 , Triwulan III 660,55 Kwintal Rp 11.000 – Rp 15.000

E. Bawang Merah, Wilayah: Lapandewa dan Sampolawa, Periode Hasil Panen Rentang Harga / kg
Triwulan I 238,25 Kwintal Rp 35.000 – Rp 40.000
Triwulan II 8,00 Kwintal Rp 40.000 – Rp 45.000
Triwulan III 60,00 Kwintal Rp 30.000 – Rp 40.000

Menurut Azizah juga menyoroti kendala utama yang konsisten dikeluhkan para petani di lima kecamatan tersebut, “Ada dua kendala utama yang terus dihadapi para petani kita. Pertama adalah serangan hama yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan, terlihat misalnya pada penurunan produksi cabai keriting di triwulan ketiga. Kedua, keterbatasan ketersediaan air saat musim panas. Tanaman cabai membutuhkan penyiraman yang teratur, dan ini menjadi kendala nyata yang perlu segera dicarikan solusinya,” ungkapnya.

Selain itu, fluktuasi harga yang tajam juga menjadi tantangan tersendiri bagi kestabilan pendapatan petani:

“Kita melihat harga bergerak cukup tajam. Saat harga tinggi, pendapatan petani meningkat, namun saat turun, keuntungan berkurang. Kita perlu mencari cara agar petani tetap mendapatkan harga yang layak dan stabil, tidak hanya bergantung pada naik-turunnya pasar,” tambahnya.

Berdasarkan data tersebut, Azizah berharap informasi ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran, Penguatan pendampingan teknis terutama pengendalian hama terpadu agar volume panen tetap stabil setiap triwulan, Pembangunan sarana pengairan sederhana untuk menjamin ketersediaan air, terutama saat musim kemarau.


” Studi rantai pasok dan pasar agar fluktuasi harga dapat dimitigasi dan petani mendapatkan harga yang layak dan stabil, Pengembangan produk olahan untuk komoditas yang mudah rusak seperti tomat dan cabai, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi dan masa simpan lebih lama, Pemetaan potensi unggulan per wilayah Batauga unggul di cabai keriting, Sampolawa-Lapandewa di bawang merah dan tomat, Siompu di cabai besar, sehingga dukungan bisa lebih spesifik” Imbuhnya.

“Petani kita sudah bekerja keras. Tugas pemerintah adalah memastikan mereka didukung dengan sarana, teknologi, dan kebijakan yang memudahkan mereka. Semoga ke depan, kendala air dan hama dapat kita atasi bersama, sehingga hasil panen semakin melimpah, harga semakin layak, dan kesejahteraan petani di Buton Selatan semakin meningkat,” pungkasnya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *