SPIONNEWS, BUTON SELATAN — Masyarakat Kabupaten Buton Selatan kini harus merogoh kocek lebih dalam. Harga BBM di tingkat pedagang eceran dilaporkan meningkat menjadi Rp30.000 per botol ukuran 1,5 liter. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh warga, nelayan, serta petani yang bergantung pada bahan bakar untuk aktivitas harian.
Seorang warga Batauga mengungkapkan bahwa sebelumnya harga masih relatif lebih terjangkau. “Kami sangat merasakan dampaknya. Bukan hanya untuk kendaraan, tetapi juga untuk kebutuhan rumah tangga. Kalau terus naik seperti ini, biaya harian makin membengkak dan ekonomi keluarga makin tertekan,” keluhnya.30/10/2026.
Di sektor kelautan, nelayan menjadi salah satu yang paling terdampak. Seorang nelayan Siompu menyampaikan bahwa biaya melaut langsung naik drastis. “BBM adalah nyawa kami. Kalau satu botol 1,5 liter sudah Rp30.000, maka setiap kali melaut biaya operasional bertambah. Kalau hasil tangkapan tidak naik, keuntungan makin tipis, bahkan ada yang rugi,” ujarnya.
Hal serupa dirasakan oleh petani di wilayah Lapandewa dan Siompu Barat. Seorang petani cabai menyatakan bahwa kenaikan BBM turut menaikkan biaya penyiraman, pengairan, serta transportasi hasil panen ke pasar. “Pompa air, kendaraan angkut, semuanya butuh BBM. Kalau harga naik terus, biaya produksi bertambah sedangkan harga jual hasil panen belum tentu naik,” katanya.
Mereka berharap pemerintah daerah, PT Pertamina, serta instansi terkait dapat memantau harga eceran di wilayah kepulauan. Selain itu, warga berharap ada jaminan pasokan yang stabil, penyaluran BBM tepat sasaran, serta langkah‑langkah pendukung agar nelayan dan petani tetap mampu beraktivitas.
Perlu diketahui bahwa harga Rp30.000 per botol 1,5 liter ini adalah harga yang dilaporkan di tingkat pedagang eceran di Buton Selatan, belum tentu merupakan harga resmi SPBU. Masyarakat berharap ke depan harga dapat kembali lebih stabil sehingga roda ekonomi kepulauan Buton Selatan tetap berjalan.
Berdasarkan informasi dari salah satu warga yang kebetulan dekat dengan pengisian bensin di wilayah kecamatan bata ogah Pertamina memberikan jatah setiap bulannya mencapai 15.000 liter setiap bulannya sebelum tanggal 20 terkadang sudah tidak ada BBM yang masuk di Penyaluran Di SPBU Batauga, hal ini Tentunya menjadi salah satu kendala kenaikan angka BBM yang terjadi di Kabupaten Buton Selatan.
“Kami Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah dan Pertamina untuk bisa melakukan evaluasi agar penambahan jatah BBM di wilayah kabupaten Buton Selatan bisa ditingkatkan karena hal ini sangat sulit dirasakan masyarakat ketika kelangkaan BBM terjadi di lapangan” Ungkap Warga . (Ha)
Editor : Harry
#HargaBBMButonSelatan #EkonomiKepulauan #NelayanButonSelatan #PetaniButonSelatan #ButonSelatanBerita

