Menghidupkan Kembali Nilai-Nilai Luhur
Lurah Lakambau, Ir. LM Insan Al Arif Rihani, S.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa esensi kegiatan ini jauh melampaui sekadar menampilkan pertunjukan budaya semata.
"Kegiatan ini bukan sekadar budaya yang diangkat kembali. Tradisi memberi makan anak yatim piatu yang dalam bahasa daerah kita sebut Pekande Kandea Ana-Ana Maelu ini menghadirkan kembali sifat kebaikan, semangat saling melengkapi, dan kepedulian bersama antar sesama warga," tegasnya. 8/11/2026.
Menurut beliau, tradisi ini adalah cerminan jiwa masyarakat Lakambau: bahwa kebahagiaan tidak lengkap jika belum dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Melalui Pekande Kandea Ana-Ana Maelu, warga belajar bahwa berbagi adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya kita.
Ragam Kegiatan yang Memeriahkan BuselFest
BuselFest Sangia I Lakambau berlangsung penuh semangat dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan warga dari berbagai usia:
Lomba Bertutur Bahasa Lokal
Lomba bertutur dalam bahasa daerah menjadi salah satu agenda yang paling dinanti. Kegiatan ini bertujuan melestarikan kekayaan bahasa ibu agar tidak punah ditelan zaman. Para peserta, mulai dari anak-anak hingga orang tua, berbagi cerita rakyat, pantun, dan nasihat leluhur dalam bahasa daerah yang indah dan penuh makna.
UMKM Kuliner Budaya
Deretan stan kuliner khas memenuhi area kegiatan, di mana warga memamerkan dan menjual berbagai makanan tradisional khas Buton. Selain membangkitkan ekonomi warga, ini juga menjadi cara agar generasi muda mengenal kembali rasa makanan leluhur mereka. Setiap piring yang disajikan bukan sekadar makanan, melainkan resep yang diwariskan dari turun-temurun.
Penghidupan Tokoh Sejarah Budaya
BuselFest juga menghadirkan dua tokoh budaya penting yang mengingatkan warga akan sejarah panjang persaudaraan kita: La Maindo sebagai Lakina Batauga dan Sangia I Lakambau. Keduanya adalah bagian dari kisah Perjanjian Ba'Bana, perjanjian persekutuan pertama yang dilakukan Keraton Buton lebih dari 450 tahun lalu. Kisah ini dihadirkan kembali agar semangat persatuan yang dibangun nenek moyang tetap hidup di hati generasi sekarang.
Berbagai Kegiatan Lainnya, Selain kegiatan di atas, masih banyak agenda lain yang memeriahkan BuselFest, antara lain, Pertunjukan seni budaya dan tarian tradisional, Lomba anak-anak yang mengasah kreativitas dan kebersamaan, Pameran produk kerajinan tangan warga, Doa bersama dan refleksi kebersamaan antarwarga, Penampilan seni musik tradisional khas Buton
Lurah Lakambau, Ir. LM Insan Al Arif Rihani, S.T., menambahkan bahwa keberhasilan BuselFest tidak diukur dari kemeriahannya saja, tetapi dari bagaimana nilai-nilai yang ditampilkan benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami ingin budaya kita tidak hanya menjadi pertunjukan di atas panggung, tetapi hidup di setiap rumah tangga. Saling membantu, saling peduli, dan saling melengkapi itulah warisan terindah yang ingin kita jaga bersama," ujarnya.
BuselFest Sangia I Lakambau telah membuktikan bahwa budaya lokal tidak hanya relevan untuk masa lalu, tetapi memiliki kekuatan untuk menyatukan kita di masa kini dan masa depan. Semangat inilah yang akan terus dijaga agar Lakambau tetap tumbuh, budayanya tetap lestari, dan kebaikannya terus dirasakan oleh semua orang. (Ha)
Editor : Harry

