H. Muhammad Adios, Bertemu Sultan Buton Terkait Kawi-Kawia

SPIONNEWS.ID, BATAUGA – Terkait dengan saling klaim antara Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Sulawesi Selatan yang masing-masing ingin memiliki Pulau Kawi-Kawia, hal ini sudah terjawab tuntas dengan adanya pertemuan dua kepala daerah provinsi tersebut.

Oleh karena itu, H. Muhammad Adios pun selaku Bupati Buton Selatan, belum lama ini bertemu langsung dengan Sultan Buton untuk membahas terkait hal tersebut.

Ketika dikonfirmasi Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios menyebutkan; “Alhamdulillah masalah Pulau Kawi-Kawia, yang (melibatkan, red) dua kabupaten ini ada sengketanya, yaitu Kabupaten Selayar, dan Kabupaten Buton Selatan. Saya sudah ketemu dengan Pak Sultan Buton, untuk konsultasi perihal Pulau Kawi-Kawia, hasil pertemuan kami sepakati, bahwa Pulau Kawi-Kawia itu masih dalam keadaan proses (penyelesaian, red),”ujarnya.

Kata Bupati Buton Selatan, hasil pertemuan dirinya dengan Sultan Buton kemarin, agar supaya mereka untuk menyurat ke Bapak Presiden Republik Indonesia, dipending dulu, karena mereka harus melakukan pertemuan terlebih dahulu dengan Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, Bapak Mayjen (Pur) TNI, Andi Sumangerukka. “DImana, kalau beliau sudah membangun komunikasi sekitar 3 bulan yang lalu dengan Gubernur Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Hasil dari pertemuan mereka itu, ada titik terang. Pasalnya, kata Gubernur Sulawesi Selatan ke Gubernur Sulawesi Tenggara, bawa Pulau Kawi-Kawia untuk Sulawesi Selatan, tidak ada masalah, dia serahkan kepada Buton Selatan. “Andai kata Pulau Kawi-Kawia itu ada dua, maka dua duanya ambil saja, karena terlalu jauh dari Sulawesi Selatan, di bawah Kabupaten Selayar dan itu semua hanya isu,” ujarnya pada awak media ini yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/7/2025).

Kata Adios, bahwa Pulau Kawi-Kawia menjadi bagian daripada Kabupaten Selayar hanya isu saja. Untuk itu, lanjutnya, Gubernur Sulawesi Tenggara dan Gubernur Sulawesi Selatan akan bertemu dengan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia untuk membicarakan hal tersebut, agar dapat segera diselesaikan, sehingga Pulau Kawi-Kawia dapat kembali ke pangkuan Sulawesi Tenggara, dalam hal ini Kabupaten Buton Selatan.

“Saya tidak hadir tapi kemungkinan besar ada arahnya ke sana terkait dengan pengembangan pariwisata di bidang maritim. Dengan hal itu kita Buton Selatan juga sudah bersyukur, sudah dihitung,” ungkapnya.

Bupati Adios pun menambahkan; “Saya tidak sempat hadir karena saya bersama Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara, menghadiri undangan pelantikan Direktur BI yang baru untuk Provinsi Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.

Bupati Buton Selatan sangat merespon terkait permasalahan itu dan dirinya sangat bangga dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, yang begitu besar perhatiannya khusus kepada Buton Selatan agar Pulau Kawi-Kawia dapat kembali ke pangkuan Kabupaten Buton Selatan.

Lanjut Bupati Busel, kalau terjadi kesalahpahaman, maka Pulau kawi-kawia yaitu pasti dibagi dua. Karena kita jangan sampai terjadi salah paham. Ada peribahasa mengungkapkan silang sengketa jangan dicari, kalau ketemu mari kita duduk bahas bersama.

“Saya sebagai Bupati Buton Selatan, putra daerah dan juga hidup dari masa kecil hingga besar di Bonerate, dan hal itu saya tahu persis, kalau dari Bonerate sampai kalotua sampai Korumpa, sampai dengan ke Pamana, itu semua bahasa Buton, untuk bahasa Selayar ada di Kepulauan Jampea, Jauade, dan Pulau Selayar itu sendiri,” imbuhnya.

Diungkapkannya, untuk hasil dari komunikasi kedua provinsi tersebut berjalan dengan baik, antara Gubernur Sulawesi Selatan dan Gubernur Sulawesi Tenggara, mereka menyepakati, dalam waktu dekat ini akan bertemu kembali. “Dan Insya Allah akan ketemu kembali di Kementerian Dalam Negeri RI di Jakarta, “ucap Bupati Buton Selatan.

Harapannya jika Pulau Kawi-Kawia kembali kepada Buton Selatan, maka penetapan RT RW untuk Sulawesi Tenggara dianggap sempurna. “Kalau gangguan kita (saat ini, red) untuk RT RW, adalah Pulau Kawi-kawia,” imbuhnya.

Lebih jauh dirinya menyampaikan, Insya Allah Pulau Kawi-Kawia akan kembali kepada Buton Selatan. Kedepannya pihak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan akan mendesain infrastruktur di Pulau Kawi-Kawia menjadi salah satu objek wisata, karena disana ada satu keindahan yaitu bebek laut, dan bebek laut tersebut hanya berada di tiga negara, pertama di Australia, dan di Indonesia, adanya di Pulau Kawi-kawia dan di Madagascar. (Ha).

Editor : Harry & Sdr. RAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *