Tragedi Kematian Ojek Online Dan Kekerasan Kepolisian

Oleh: Galib Rumodar

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Oknum aparat kepolisian telah melakukan tindakan premanisme terhadap masyarakat, yang telah menghilangkan nyawa seorang ojek online (ojol) di bawah ban mobil Barakuda milik aparat. Seharusnya, tugas dan fungsi aparat itu melindungi dan mengayomi masyarakat, namun realisasinya berbanding terbalik.

Aparat kepolisian bukan lagi menjaga keamanan, tapi telah membantai saudara kita, Almarhum Arfan Kurniawan, yang tak sengaja melintas pada jalur massa aksi, yang kemudian dilindas oleh mobil Kepolisian

Pemerintah jangan membiarkan kekerasan sebagai alat kekuasaan. Pemerintah dinilai bukan hanya gagal, tetapi juga berkhianat pada mandat konstitusi. Tragedi ini bukan sekedar insiden, melainkan bukti runtuhnya legitimasi hukum di negara ini, di mata masyarakat.

Kasus kematian Arfan Kurniawan sangat tragis, dan perlu diusut tuntas. Pemerintah harus bertanggung jawab dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan, tidak ada toleransi untuk kekerasan.

Besar harapan saya agar pemerintah dapat memperbaiki sistem keamanan dan penegakan hukum secara eksplisit, serta memastikan bahwa aparat kepolisian bertindak sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai perlindungan warga negara Indonesia.

Meminta :

  1. Tegakkan keadilan dan pastikan aparat kepolisian bertindak sesuai dengan tugas dan fungsinya.
  2. Bertanggung jawab atas tindakan aparat kepolisian yang telah embunuh ojol.
  3. Perbaiki sistem keamanan dan penegakan hukum untuk mencegah kejadian serupa.
  4. Menjamin hak asasi manusia dan keadilan bagi semua warga negara.
  5. Lakukan investigasi yang transparan dan independen untuk mengungkap kebenaran.

SAVE_OJOL

Penulis adalah Kader Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Pattimura Ambon

Editor : Redaktur SpionNews.id Maluku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *