“Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan, Lakukan Aksi Nyata Atasi Stunting Lewat Program Dapur Sehat ke Masyarakat”
SPIONNEWS, BATAUGA – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam rangka menurunkan angka Stunting yang ada di wilayah Buton Selatan, ini menjadi salah satu prioritas utama yang akan dijalankan dan di follow up setiap 3 bulan untuk bisa melihat perkembangan masyarakat yang terdampak stunting.
Dapur sehat atasi stunting Dashat di Kecamatan Batauga, dilakukan di dua tempat di Kelurahan Bandar Batauga dan di Kelurahan Laompo, dalam kegiatan tersebut hadir juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Selatan beserta anggotanya dan Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan beserta anggotanya yang telah dilengkapi dan di training dari Dinas Kesehatan terkait asumsi gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta anak-anak.

Ketika ditemui di Laompo, Ketua TP PKK Buton Selatan, Ny. Siti Norma Adios mengatakan “Kegiatan dapur sehat ini merupakan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya makanan bergizi terutama bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta anak-anak yang masih usia 0 hingga 3 Bulan” ujarnya, Kamis, 4/9/2025. Di Aula Kantor Kelurahan Laompo.
Ia menambahkan, dalam kegiatan ini kami hadirkan beberapa ibu hamil dan ibu menyusui, dan Kader BKKBN yang nantinya menjadi pembelajaran kepada mereka tentang betapa pentingnya makanan bergizi bagi masyarakat berdampak stunting.
“Tidak membutuhkan bahan yang mahal atau yang sulit cukup dengan sayur-sayuran seadanya seperti jagung, wortel dan beberapa bahan lainnya yang mudah didapat di lingkungan sekitar, atau pasar lokal” jelasnya.
Ketua TP PKK Buton Selatan berharap, kegiatan ini nantinya bisa terus berkesinambungan dan bisa menjadi salah satu kolaborasi antara Tim Penggerak PKK dengan Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan untuk giat menciptakan penurunan angka stunting di Buton Selatan.
Ungkapan senada dituturkan oleh Kepala Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan, La Asari menyebutkan, ini merupakan kegiatan dapur sehat atasi stunting, Salah satu program dari Dinas BKKBN Kabupaten Buton Selatan, Dapur Sehat atasi stunting ini, dilakukan di beberapa kelurahan atau desa yang sasarannya bagu masyarakat desa atau kelurahan yang berdampak stuntingnya ada.

“Yang perlu diketahui bahwa stunting, bukan hanya anak-anak yang berusia 2 atau 3 bulan ke atas, tapi termasuk dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan ini perlu diatasi, karena mereka itu harus dirawat baik-baik agar mendapatkan gizi yang baik, demi menurunkan angka stunting di Kabupaten Buton Selatan” ungkap Kepala Dinas BKKBN Buton Selatan di Kantor Kelurahan Bandar Batauga.
Ia menegaskan, sedangkan untuk ibu hamil harus mendapatkan asumsi gizi yang baik, karena untuk anaknya yang ada dalam kandungan, dapur sehat atasi stunting ini, menghadirkan beberapa masakan yang merupakan contoh masakan bergizi dengan bahan makanannya berasal dari daerah setempat, atau yang lokal di mana makanan-makanan ini tidak kalah pentingnya dari makanan lainnya yang ada di tempat lain.
Kegiatan ini juga untuk mengatasi masalah makan anak, dimana banyak anak-anak terbiasa makanan jajan dan lain sebagainya, sehingga sangat berpengaruh terhadap diri mereka sendiri, dan berpotensi terkena stunting.
“Sehingga oleh tim dapur sehat atasi stunting dari Dinas BKKBN melalui bidang Pengendalian Penduduk Kabupaten Buton Selatan mengupayakan bagaimana sasarannya agar anak-anak agar tidak tertarik makan – makanan yang siap saji, yang dimiliki di kios-kios, maka makanan ini dibuat yang menyerupai, hampir mirip tapi tidak sama bahkan nutrisinya lebih tinggi” jelasnya.
“Hal ini juga bisa meningkatkan ekonomi keluarga Karena bahan yang dicari untuk digunakan berasal dari pasar-pasar dan yang dijual oleh masyarakat lokal” ungkapnya.
Kata La Asari, Dalam kegiatan ini juga, kami melibatkan kader-kader kami yang ada di kecamatan dan di Kelurahan, Di mana mereka sudah dibimbing oleh tim gizi dari dinas kesehatan, sehingga semua apa yang diberikan cukup dengan nutrisi yang dibutuhkan dan sesuai untuk ibu hamil dan ibu menyusui, termasuk anak-anak.
“Setelah dapur sehat ini dilakukan dan makanan bergizi di berikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui, maka hal ini akan di evaluasi dalam kurung beberapa hari, apakah ada peningkatan gizi bagi ibu hamil dan ibu menyusui serta anak-anak yang terdampak stunting tersebut, di mana ada raport tersendiri dilihat dari kenaikan berat badannya, kesehatannya, kalau ibu hamil bagaimana peningkatan gizinya terkait janinnya” jelasnya.
Kata Kepala Dinas, dalam menu hari ini terdapat protein yang terkandung di dalamnya baik itu protein hewani, maupun protein nabati, dan ini kita kombinasikan, serta semua bahannya, kita ambil dari lingkungan setempat Kelurahan Bandar Batauga, bahannya ada jagung, ada juga keladi dan beberapa buah-buahan, sehingga nutrisi dalam makanan yang diberikan menjadi lebih lengkap dan mengandung protein yang tinggi.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini, bisa ditindak lanjuti oleh pihak kelurahan atau desa, karena kami juga memiliki keterbatasan, sehingga program ini bisa berkelanjutan, karena kami memiliki keterbatasan, sehingga masyarakat yang berdampak stunting di Kelurahan ini bisa berkurang” tuturnya.
Ketika ditemui salah satu warga yang ikut dalam dapur sehat atasi stunting ini, menuturkan program ini sangat baik bagi kami yang kekurangan gizi karena kami memiliki ekonomi yang rendah. Apalagi asupan gizi yang diberikan oleh keluarga itu sangat kurang bahkan hampir tidak ada.
“Program ini sangat membantu kami masyarakat semoga bisa berkelanjutan dan bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu” harapnya. (Ha)
Editor: Harry.

